Teman.., pernah kepikir gak, klo kita bisa mengendalikan waktu….?
wah
pasti enak banget kan klo kita bisa kembali kezaman atau ke masa yang
lalu,,,…. dengan kembali ke masa lalu kita bisa memperbaiki kesalahan
kita, memperbaiki nilai ujian kuliah kita, dan banyak lah yang pasti….
pasti sebagian dari teman menanggapi bahwa mesin waktu itu adalah sesuatu yang konyol untuk di ciptakan …
tapi
klo saya secara pribadi mengatakn bahwa itu bukan lagi menjadi sesuatu
yang sangat konyol, kenapa tidak..? sebab beberapa hal telah
menunjukkan bahwa mesin waktu itu mungkin untuk diciptakan.. contoh nya
di bawah ini adalah percobaan philadelpia yang hampir menguak kebenaran
dari mesin waktu yang berpotensi untuk di ciptakan dan kebenaran dari
teori energi dan relativitas waktu yang di ciptakan oleh Einstein dan
Salah satu Ekspresimen Mesin Waktu dengan Manusia yang dilakukan oleh
DR Vadin A Cernobrov dari Rusia……
klo
Menurut teori Albert Einstein, mengatakan bahwa dalam
perhitungan-perhitungan ilmiah, manusia tidak hanya berurusan dengan
tinggi, lebar dan panjang; melainkan juga dengan satu dimensi lain,
yaitu waktu. Sebuah teori Einstein menyatakan bahwa konsep ruang waktu
dan energi materi bukanlah dua kesatuan yang terpisah sama sekali.
Keduanya bisa terjalin dalam keadaan tertentu. Dan kalau itu
benar-benar terjadi, tidaklah mustahil benda bisa muncul dan lenyap
secara mendadak, seakan-seakan mengalami proses dematerialisasi. Di
mana proses pelenyapan pesawat terbang, kapal dan lainnya di Segitiga
Bermuda tidak lain karena peristiwa ini.
Mungkin
teori Einstein itu terlalu membingungkan. Penguraian teori yang rumit
tersebut adalah sebagai berikut. Suatu muatan listrik pada sebuah
kumparan tentu akan menciptakan medan magnetik tertentu yang menuruti
arah kedua bidang tegak dan mendatar. Dengan jalan ini, mungkin sebuah
medan lain (gravitasi?) dapat diciptakan menurut prinsip resonansi.
Caranya ialah dengan menggantungkan sebuah generator elektromagnetik
sedemikian rupa sehingga menciptakan pulsa-pulsa magnetik. Medan yang
terjadi tersebut akan mengadakan “penyatuan” dengan kedua medan tegak
dan mendatar itu.
Kalau
kita mengembangkan pelaksanaan teori Einstein tentang “Unified Field”
(penyatuan medan) yang menyatukan medan gravitasi dan elektromagnetik
ke dalam teori ruang waktu, maka medan magnetik kalau cukup kuat akan
dapat meyebabkan barang/benda atau manusia berubah dimensi dan menjadi
tak tampak. Pandangan teori “Unified Field” kemudian disamakan dengan
peristiwa segitiga bermuda. Dengan kata lain, kita pasti akan dapat
membuat sebuah alat yang diinginkan oleh para penghayal yaitu “mesin
waktu”.
Sekarang marilah
kita mencoba mengikuti eksperimen Philadelphia. Secara tak sengaja
Angkatan Laut Amerika Serikat menemukan praktek penyatuan medan ini
ketika mengadakan percobaan rahasia di sebuah kapal perusak pada tahun
1943 (ketika masih Perang Dunia II). Karena percobaan dilaksanakan di
Philadelphia, maka kemudian eksperimen ini lebih dikenal sebagai
Percobaan Philadelphia.
Tujuan
intinya adalah menyelidiki pengaruh medan magnetik terhadapa kapal laut
dan seisinya. Dua buah generator, yang satu menghasilkan pulsa magnetik
dan yang satu tidak dihidupkan bersama-sama sehingga tercipta medan
magnetik diatas dan disekeliling kapal. Hasilnya memang mengejutkan dan
memang sangat penting, meskipun menimbulkan akibat buruk pada awak
kapalnya.
Ketiga
eksperimen mulai dijalankan, tampak suatu sinar kehijauan samar-samar.
Perlu diketahui, bahwa laporan dari orang yang selamat dari Segitiga
Bermuda, mengatakan menyaksikan kabut kehijauan. Peristiwa selanjutnya
yang terjadi ialah seluruh kapal kemudian terselimuti kabut hujau dan
akhirnya kapal bersama awaknya menghilang dari pandangan pengamat dan
hanya garis permukaan laut yang kelihatan. Kapal itu tampak dan
menghilang lagi, tampak dan menghilang lagi di daerah Norfolk,
Virginia. Jadi percobaan itu dapat dikatakan sesuai dengan teori
Unified Field.
Menurut
seorang bekas awak kapal perusak itu, percobaan berhasil baik di
lautan. Mereka telah berhasil menciptakan “ruang waktu” berbentuk
spiral. Ruang waktu itu mempunyai radius sampai seratus yard atau 91
meter dari pusat pancaran magnetik, yang artinya setiap benda, manusia
bila berada dalam radius itu akan lenyap dari pandangan, tetapi masih
mungkin dapat diraba. Ketika kapal itu lenyap dari pemandangan, hanya
lekukan kapal pada permukaan air yang tertindih kapal itu yang
kelihatan. Semakin diperkuat gaya medan magnetik, mengakibatkan
manusiapun turut lenyap, dan untuk dapat diketemukan, harus dengan
jalan rabaan. Mereka baru tampak kembali setelah keluar dari medan
magnetik itu. Istilah pelenyapan itu oleh mereka disebut “sedang
mencair”.
Memang percobaan
itu kelihatan berhasil, tetapi memerlukan korban yang tidak sedikit.
Ada orang (awak kapal itu) yang akhir nya meninggal, ada beberapa lagi
yang kehilangan ingatan. Tetapi ada juga yang membawa akibat baik.
Yaitu ada orang yang indera keenamnya bertambah tajam. Yang lucunya,
beberapa orang masih membawa akibat percobaan itu, yaitu kadang-kadang
dengan sendirinya lenyap dan muncul lagi, baik di rumah lebih-lebih
bila dijalan/dimasyarakat dapat mengejutkan orang yang melihatnya.
Percobaan
Philadelpia ini sebenarnya sangat dirahasiakan. Dengan percobaan ini
sekaligus diketemukan sebab-sebab kecelakaan di Segitiga Bermuda dan
pembuktian teori Einstein “Unified Field” ternyata benar. Einstein
sendiri belum pernah mencoba, karena ia telah meninggal dunia. Teori
ini entah sengaja atau tidak telah terbukti, sehingga para ilmuwan
tidak lagi meragukan. percobaan ini mengingatkan kita pada piring
terbang yang menghilang bila sedang terbang. Inipun antara lain
disebabkan adanya medan magnetik yang berasal dari piring terbang itu,
tentunya tanpa membawa akibat apa-apa bagi awaknya.
Mungkinkah
waktu berjalan mundur? ataukah waktu hanya berlalu sekali dalam hidup
kita? Sekali kita melaluinya, maka akan menjadi sejarah masa lampau
yang tak mungkin kita mengubahnya kembali. Jika benar ada mesin waktu
yang mampu mengirimkan kita ke masa lampau, tentunya kita semua
mempunyai sebuah keinginan untuk mengunjungi beberapa zaman yang
mungkin sekarang hanya kita dengar lewat buku-buku sejarah.
Tapi
benarkah suatu saat manusia berhasil menciptakan mesin waktu? yup,
pertanyaan ini tentu saja sulit untuk diperoleh jawaban yang memuaskan.
tapi menurut akal sehat saya untu di tahun 2030 mendatang ini adalah
sesuatu yang sangat mungkin untuk di ciptakan,sekarang yang menjadi
masalah adalah kebutuhan eneergi yang tidak memadai….
Sebelum
banyak orang mengerti teori relativitas umum Einsten, perjalan waktu
sering dikait-kaitkan dengan hal2 ghaib, mistik, dan sihir. Sebagai
contoh, dalam Epik Si Yeou Ki (atau yang lebih dikenal dengan Kera
Sakti kalau di Indonesia), Pat Kay (Si Siluman Babi) sewaktu berstatus
dewa, kembali kemasa lalu untuk memikat hati seorang Dewi. Tapi kasihan
yah, usahanya selalu gagal.
Cerita
tsb disusun menjadi sebuah buku sekitar tahun 1550 Masehi, jelas ini
tidak ditulis berdasarkan teori relativitas umum Einstein yang baru
dipublikasikan tahun 1915. Prinsip kembali ke masa lalu adalah dengan
masuk ke lorong waktu yg lebih lambat dari waktu yg lebih cepat.
Perbedaan waktu tsb melempar segala sesuatu ke masa lalu.
Seperti
diungkap dalam teori lubang cacing (atau istilah bekennya Worm Hole)
yang sangat populer akhir2 ini, tentu saja kita tidak dapat mundur
lebih jauh sebelum tercipta gerbang waktu antara kedua kecepatan waktu
yang berbeda tsb. Salah satu bentuk dari mesin waktu seperti ini adalah
terowongan yg menghubungkan dua buah atau lebih black hole.Pada tahun
1957, Jhon Wheeler menyebut terowongan ini dengan istilah lubang cacing
(Worm Hole).
Ide
menggunakan black hole dalam teori Wheeler tsb sebenarnya tidak cukup
aman. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa orang yang mendekati
black hole harus sangat elastis atau akan tercabik-cabik dan hancur
oleh tarikan gravitasinya yg dasyat. Batas ketahanan tubuh fisik
manusia normal adalah tujuh kali gravitasi bumi, diatas nilai ambang
tsb maka fungsi organ tubuh akan terpengaruh. Lalu, supaya perjalan
waktu ini lebih aman, digunakanlah ide untuk menggunakan zarah yang
dapat mengurangi efek tarikan gravitasi, sehingga orang yg hendak
berjalan melintasi waktu berada pada daerah dengan gravitasi yang aman.
Penemuan paling mutahir menunjukkan bahwa black hole juga dapat muncul
pada level zarah2 subatomik. Tentu saja implementasinya untuk mesin
waktu jauh lebih sulit karena tubuh manusia harus dipecah2, dikirim,
dan kemudian disusun kembali di tempat tujuan.
Berdasarkan
penemuan tsb, Michael Crichton, penulis Jurasic Park, menulis sebuah
karya dalam bentuk novel fiksi ilmiah berjudul Timeline yg terbit pada
tahun 1999.
Jika,
andaikata (andaikata lho ya), kita berhasil menciptakan mesin waktu,
trus kita kembali ke masa lalu, kemudian kita membunuh (amit2) orang
tua kita sebelum kita dilahirkan, apakah sejarah akan berubah? Jika
sejarah berubah, tentu kita tidak pernah akan lahir di Dunia ini dan
tidak mungkin kembali kemasa lalu untuk membunuh orang tua kita
sendiri. Secara keseluruhan, pertanyaan tsb menjadi tidak benar dan
menjadi sebuah paradoks. Untuk menjawab permasalah tsb, para fisikawan
memiliki dua pendapat Pertama, Sejarahlah yg konsisten, apapun yang
kita lakukan setelah kembali ke masa lalu, kita tidak akan bisa
mengubah sejarah.
Kedua, Ada dunia lain yg bersifat paralel dengan
dunia kita, yang mempunyai sejarah alternatif. Apapun yg kita lakukan
pada dunia yg kita kunjungi tsb tidak mengubah sejarah pada dunia asal
kita.
Para fisikawan barat
cenderung setuju dengan sejarah alternatif, krn mereka percaya bahwa
semua orang mempunyai kebebasan bertindak sehingga tidak terpengaruh
oleh nasib yg digariskan.
Salah
satu Ekspresimen Mesin Waktu dengan Manusia yang dilakukan oleh DR
Vadin A Cernobrov dari Rusia. Ekpresimen ini kurang berhasil
dikarenakan kekurangan energi untuk mengoperasikannya
Sikap
pesimis ditunjukkan oleh ilmuwan yg dianggap paling brilian setelah
Albert Einstein, yaitu Stephen Hawking. Dalam catatan kuliah publiknya
beliau mengatakan, “Jika di masa depan manusia dapat kembali ke masa
lalu, kenapa kita tidak pernah menemukan satu pun penjelajah waktu
tsb?’ Meskipun nantinya kita berhasil menciptakan mesin waktu, kita
masih mempunyai satu kendala lagi, yaitu keterbatasan energi yg
digunakan untuk mengoprasikan mesin waktu itu sendiri. Sampai saat ini
permasalahan kebutuhan jumlah energi yg sangat besar utk mesin waktu
blm sepenuhnya terpecahkan.
Benarkah Manusia Pernah Hidup Bersama Dinosaurus….!
Benarkah
mereka-mereka ini manusia modern yang berkunjung kembali ke Zaman Jura
dengan menggunakan mesin waktu?dan mungkinkan mesin waktu benar-benar
berhasil diciptakan dengan sempurna oleh manusia pada suatu saat nanti?
itu semua akan terjawab dalam waktu yang dekat ini…….
http://misteri-us.blogspot.com/2010/06/eksperimen-philadelpia-tentang.html