toko-delta.blogspot.com

menu

instanx

Sabtu, 08 Januari 2011

Sukses Tanpa Stres


Type-Z guide to success with easeSaya baru saja membaca buku The Type-Z Guide to Success with Ease: A Lazy Person’s Manifesto for Wealth and Fulfillment. Anda sudah pernah membacanya?
Isinya sungguh menarik. Membahas tentang cara sukses tanpa harus stres, tanpa kerja keras, dan tanpa hal sulit lainnya. Apakah mungkin mendapat sukses tanpa kerja keras setengah mati?
Marc Allen, penulis buku tersebut, mengatakan bisa. Menurutnya, dengan banyak beristirahat dan santai justru dalam jangka panjang dapat membuat hasil yang jauh lebih baik.
Anda pasti bingung dan bisa jadi menyangkal mana mungkin seseorang bisa sukses kalau hidupnya hanya dipenuhi kesantaian saja. Tapi Marc mengatakan saat kita tengah dalam kondisi santai atau istirahat, sebetulnya alam bawah sadar kita terus bergerak. Sehingga pada saat tenang itulah biasanya kita mendapatkan ide terbaik.
Kalau dipikir ada benarnya juga pernyataan Marc. Saya kerap mengalaminya. Saat bersantai atau renang bersama keluarga, saya kerap menemukan ide baru untuk mengembangkan bisnis saya. Itu pula yang pernah saya tulis dalam posting tentang bagaimana menghasilkan uang saat liburan.
Marc menambahkan kalau kita terus menerus bekerja, kita akan terlalu disibukkan dengan berbagai rutinitas dan melewatkan berbagai kesempatan besar. Karena itu kita perlu rileks dalam bekerja. Pikiran yang rileks akan membantu mengembangkan fokus kita, dan membuat santai untuk melihat situasi di sekitar kita.
Bagi saya, pendapat ini ada benarnya. Jika anda bekerja sedemikian keras tanpa cukup istirahat, mungkin saja anda bisa melakukan banyak hal. Tapi bisa jadi banyak pekerjaan yang anda lakukan tidak maksimal. Sebaliknya kalau anda bekerja dalam jam kerja yang lebih sedikit, anda bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan yang menurut anda sangat penting. Dengan jam kerja kerja yang lebih sedikit pasti anda akan benar-benar memaksimalkan waktu yang ada. Tapi coba kalau jam kerja anda berlimpah, mungkin saja anda malah banyak membuang waktu.
Saya setuju dengan pendapat Marc bahwa mengurangi jam kerja bisa meningkatkan produktivitas. Beberapa hari ini sudah saya coba dan hasilnya mengagumkan. Saya tak perlu lagi kelelahan dan stres untuk mencapai sukses-sukses berikutnya.
Dengan pengalaman ini juga membuat saya percaya kalau bekerja dalam jam kerja yang panjang tak menjamin produktivitas yang lebih baik. Justru dengan bekerja dalam jam kerja lebih pendek, saya dapat memaksimalkan pekerjaan.
Dalam buku ini juga dijelaskan perlunya rancangan kesuksesan. Begini cara menyusunnya:
  1. Tulis gambaran ideal anda. Misal lima tahun lagi seperti apa kondisi yang anda inginkan.
  2. Tuliskan tujuan anda. Tujuan ini berasal dari gambaran ideal yang anda bayangkan tadi.
  3. Tuliskan tujuan anda itu dalam kalimat positif, personal, dan dengan menggunakan keterangan waktu saat ini. 
  4. Berdamai dengan keraguan dan ketakutan. Anda tinggal melangkah untuk menuju tujuan hidup anda. Tak perlu memperdulikan rasa ragu-ragu. 
  5. Tulis langkah-langkah nyata untuk mencapai tujuan anda. 
  6. Tentukan apa langkah pertama yang harus anda perbuat. Mulailah dari sana untuk menuai sukses.
Hal terpenting yang saya dapat dari buku ini adalah pentingnya menyisihkan waktu untuk melihat “gambaran besar yang diidamkan”. Bila kita selalu disibukkan dengan jam kerja yang panjang, mungkin kita tak akan pernah sempat memikirkannya.
Karena itu penting untuk meluangkan waktu untuk memikirkan cita-cita kita di masa mendatang. Membentuk cita-cita dan menyusun rencana untuk menggapainya.
Seperti ketika sebelum membuat blog ini, saya bayangkan blog ini nantinya menjadi salah satu blog terpopuler di Indonesia. Menjadi blog yang bisa memberikan manfaat bagi banyak orang dan menumbuhkan inspirasi untuk sukses berbisnis internet. Menjadi blog yang bisa memberi pencerahan kepada semua orang, termasuk orang awam sekalipun, untuk mengetahui dan bisa sukses berbisnis online.
Begitupun dengan website www.FormulaBisnis.com. Nantinya saya bayangkan isinya akan lebih lengkap dan memudahkan bagi siapapun yang mengaksesnya. Rencana akan saya sisipkan video sehingga nantinya bagi orang yang lebih suka menonton dapat mengkliknya untuk mengikuti uraian saya.
Ah, saya jadi ingat bagaimana saat awal saya menggeluti bisnis ini. betapa saya sama sekali “buta” internet. Namun selalu dan selalu, saya katakan kepada orang tua saya dan orang-orang di sekitar saya bahwa saya akan sukses dari bisnis internet.
Tidak sedikit yang menertawakan atau mungkin sedih dengan sikap saya. Tapi saya terus melaju. Dan perlahan semua itu kini menjadi kenyataan.
Kini saya punya impian baru. Saya ingin dan sangat berharap banyak orang bisa keluar dari kesulitan hidupnya dan bisa membantu orang-orang lain yang terbelit kesulitan. Lewat bisnis internet semua itu sangat mungkin diwujudkan.
Membaca petuah Marc Allen dalam buku tersebut, saya jadi ingat nasehat Henry David Thoreau. Katanya,”Pertama anda membangun kastil di udara, baru kemudian anda bangun pondasi dibawahnya.”
Boleh saya tanya, ingin seperti apa anda lima tahun, 10 tahun atau 20 tahun lagi?
NB www.jokosusilo.com

Plus-Minus Konsep Penghasilan Per Jam


Plus-minus konsep penghasilan per jamPosting sebelumnya sudah mengurai tentang konsep penghasilan per jam . Dan kini kita bahas tentang plus-minus konsep ini.
Sisi positif yang bisa anda capai kalau menerapkan sistem ini adalah fokus anda untuk meningkatkan penghasilan akan lebih terarah. Sebab ada patokan penghasilan yang ingin anda capai. Misalnya penghasilan anda sekarang Rp 50 ribu/ jam dan bermaksud menaikkannya menjadi Rp 80 ribu/jam, anda akan berupaya mencari jalan mewujudkannya. Dengan begitu, anda lebih sadar terhadap pekerjaan yang tak lagi prospek pada diri anda. Anda menghindarkan diri dari membuang waktu yang hanya menghasilkan sedikit uang.
Kemudian bertahap anda bisa mulai mengurangi aktivitas Rp 50 ribu/jam dan menggiatkan aktivitas yang bernilai Rp 80 ribu/jam. Atau bisa juga anda minta bantuan orang lain untuk mengerjakannya. Misal, anda merekrut karyawan freelance yang mungkin dibayar Rp 30 ribu/ jam untuk melakukan pekerjaan anda itu. Dengan begitu, anda punya tiga keuntungan. Selain pekerjaan anda tak terbengkalai, anda tetap mendapatkan aliran uang dari pekerjaan tadi, serta ikut mengurangi jumlah pengangguran. ;-)
Tapi bila anda menerapkan konsep tersebut dengan peningkatan penghasilan yang tak terlalu besar. Misal dari Rp 50 ribu/jam menjadi Rp 80 ribu/jam, proses yang akan ditempuh untuk mencapai kondisi bebas finansial terlampau lama. Untuk bisa mencapai penghasilan Rp 10 juta/jam akan butuh waktu berpuluh tahun. Dan yang terburuk, dengan menetapkan penghasilan pada level relatif rendah, anda secara tidak sadar telah membuat batas penghasilan bagi diri anda.
Maksudnya? Kalau anda misal menetapkan Rp 80 ribu/jam, secara tidak langsung anda mengatakan bahwa penghasilan anda bukan Rp 100 ribu/jam, Rp 500 ribu/jam, atau Rp 1 juta/jam. Sehingga membuat pikiran kita tak dapat membayangkan untuk meraih hasil yang lebih besar seperti Rp 10 juta/jam. Dengan membatasi penghasilan kita pada angka rendah, maka peluang yang bisa kita bayangkan hanya segitu saja.
Memang dengan menerapkan patokan penghasilan tersebut, setidaknya menghindari resiko terburuk untuk tak mendapatkan apa-apa. Namun, dengan begitu juga membuat anda kehilangan peluang untuk menghasilkan penghasilan yang jauh lebih besar. Karena itu anda perlu menyikapi resiko dengan cerdas.
Selain itu, dengan memiliki target penghasilan yang rendah, bisa membuat kurang tertantang mewujudkannya. Sebaliknya, dengan memiliki target yang tinggi, bisa dibayangkan anda tak akan pernah melewatkan setiap detik waktu kerja anda.
Namun ironisnya, banyak orang yang enggan melakukannya. Mereka lebih suka menjadi karyawan yang digaji setiap bulan. Sebab menurut mereka resikonya lebih ringan dibanding menjadi pengusaha. Padahal kalau mau kita pikirkan lebih jauh, menjadi pengusaha sebetulnya beresiko lebih rendah dibanding menjadi karyawan. Bagi pengusaha sangat mudah mendapatkan Rp 10 juta sejam, tapi bagi karyawan itu butuh perjuangan jauh lebih keras dan lama serta masih dibayang-bayangi resiko pemecatan.
Dan bahkan mungkin banyak orang menganggap penghasilan sebegitu besar tidak realistis. Tapi kalau kita lihat orang-orang terkaya di dunia, penghasilan mereka sudah jauh melewati angka itu. Artinya, sebetulnya kesempatan itu nyata dan ada. Tapi mungkin karena keyakinan kita yang terbatas untuk meraihnya, maka pengalaman itu tak akan pernah dialami.
Sebab itu, selalu saya sarankan, buka pikiran anda. Yakinlah kalau kesempatan itu ada dan bisa menjadi nyata. Dan anda tak perlu mempedulikan orang lain yang meragukan keyakinan anda itu. Karena tak ada gunanya.
Kesempatan untuk mendapatkan penghasilan raksasa itu pun sebetulnya sangat banyak. Tapi anda tak mungkin bisa menikmatinya sebelum memiliki mindset yang tepat.
Maka mulai detik ini, sejak anda membaca posting ini, lepaskan keterbatasan yang membelenggu pikiran anda. Misal dengan memiliki bayangan mendapat penghasilan Rp 10 juta/jam. Dengan begitu paling tidak anda sudah lebih dekat dengan kenyataan yang anda inginkan.
Karena bagaimanapun sukses atau tidak ada di tangan anda sendiri. Anda sendiri yang mengusahakan dan menikmatinya nanti. Kalau tak percaya, coba tanyakan pada diri sendiri, siapa yang akan menghargai bahwa setiap waktu anda begitu berharga kalau bukan anda sendiri?
 www.jokosusilo.com

Bagaimana Cara anda Menghasilkan Uang Lewat Internet?


Bagaimana Cara anda menghasilkan uang lewat internet?Saya yakin, anda semua sudah atau sedang menikmati enaknya mendapat uang dari internet. Dan saya yakin pula banyak cara yang anda tempuh untuk meraihnya. Karena itu, dalam posting kali ini saya ingin bertanya bagaimana cara anda mendapat uang dari internet dan berapa besar uang yang sudah anda dapatkan?
Tak peduli berapapun uang yang sudah anda hasilkan. Mungkin baru pada kisaran ratusan ribu atau bahkan jutaan rupiah. Tak masalah, sampaikan saja pengalaman anda.
Dengan begitu, kita semua bisa saling belajar dan berbagi untuk meningkatkan penghasilan. Saya yakin, anda semua orang-orang hebat yang memiliki cara-cara hebat pula untuk mendapatkan uang dari internet. Sampaikan trik-trik anda untuk memaksimalkan pendapatan.
Bagi yang belum pun, tetap boleh mengeluarkan uneg-unegnya. Apa yang tengah anda lakukan untuk mendapatkan uang dari internet? Biar kita semua bisa saling sharing untuk membantu kesulitan anda.
So, mari berdiskusi. Agar kita bersama bisa saling bantu untuk meningkatkan penghasilan yang kita punya. Sekali lagi, cara apa yang anda pakai untuk mendapatkan uang dari internet dan berapa besar uang yang anda dapat?
www.jokosusilo.com

Bagaimana Membuat Penghasilan Terus Meningkat Tanpa Henti


Bagaimana membuat penghasilan terus meningkat tanpa hentiAnda “bosan” dengan penghasilan yang diterima saat ini? Tak pernah naik apalagi di masa yang kian berat seperti sekarang ini? Tak perlu frustasi atau menyerah. Selalu ada jawaban untuk setiap kesulitan.
Yang pasti, kalau anda ingin meraih penghasilan yang lebih baik dan cara yang anda lakukan selama ini tak bisa diandalkan, anda perlu cara baru untuk mewujudkannya. Kalau anda masih melakukan cara yang sama, pasti hasil yang didapat pun tak jauh berbeda.
Tapi sebelum sampai ke Z, mari kita mulai dari A terlebih dulu. Jika anda mau mengubah hidup anda, anda perlu pondasi yang kokoh sebelum mencapai tahap itu. Agar saat anda sudah menikmati penghasilan seperti “pancuran air yang tak pernah mampet” atau ketika uang sudah bukan lagi segalanya, anda sudah memiliki kesiapan mental.
Fakta pertama yang perlu kita terima adalah kesuksesan itu bertumpu pada seberapa jauh produktivitas kita. Dan mengenai cara meningkatkan produktivitas, banyak buku dan pakar yang menyebut pentingnya manajemen waktu. Kita disarankan untuk membiasakan mengukur hasil dalam rentang waktu tertentu. Kalau dalam soal penghasilan misalnya, waktu yang sudah kita keluarkan dibandingkan dengan uang yang kita dapat.
Konsep ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari konsep “waktu adalah uang”. Kalau dalam konsep sebelumnya tersebut, belum ada ukuran yang jelas. Sedangkan dalam konsep pengembangannya ini, kita diajak untuk lebih ketat dan terarah dalam mengukur produktivitas kita.
Contoh cara gampang yang bisa anda praktekkan adalah dengan menghitung penghasilan anda dalam setiap jam. Pertama, anda tinggal tetapkan penghasilan yang ingin didapat dalam setiap jam. Kemudian anda tinggal menggunakan acuan penghasilan itu untuk memilih pekerjaan yang sepadan dengan “tarif” anda.
Lalu kalau anda ingin mendapatkan uang lebih banyak, anda tinggal menaikkan tarif per jam anda. Sehingga anda bisa memilih melakukan aktivitas yang bisa menghasilkan uang sesuai tarif baru yang anda tetapkan.
Bingung?
Contohnya begini. Kalau selama ini anda misal mematok penghasilan Rp 50 ribu/ jam dan ingin mendapat Rp 80 ribu/ jam. Maka anda tinggal mengurangi pekerjaan yang hanya menghasilkan Rp 50 ribu/ jam dan mengalihkannya ke aktivitas yang menghasilkan Rp 80 ribu / jam.
Cara ini mungkin sudah banyak yang tahu. Dan saya pun termasuk yang menerapkannya. Tapi setelah dijalani cukup lama, meski ada sisi plus-nya, tapi dalam jangka panjang konsep ini bisa sangat membahayakan keuangan anda.
Anda pasti tanya kenapa. Mengenai apa saja plus minus-nya, saya beberkan di posting berikutnya.
Oh ya, kalau anda sendiri bagaimana trik untuk terus meningkatkan penghasilan? Mari bagikan pengalaman anda kepada kawan-kawan lainnya.
 www.jokosusilo.com

Berikan ‘Value’, Bukan Produk! (Bagian 2)


Berikan Value Bukan Produk Bagian 2Bayangkan anda tengah melihat rumah terbakar. Lantas anda mendekatinya. Tapi begitu sampai di dekatnya anda tak melakukan apa-apa. Yang anda lakukan hanya menonton dan merasa ikut bersedih atas kejadian tersebut.
Sementara api terus berkobar tanpa ampun melalap seisi rumah. Dan anda masih sibuk sendiri dengan pikiran anda yang bertanya-tanya apa penyebabnya. Saya jamin, pasti rumah itu akan ludes terbakar di depan mata anda.
Seperti itu pula yang terjadi kalau misalnya anda tengah mengalami kesulitan keuangan. Ketika situasi makin sulit, tapi anda malah sibuk dengan diri anda sendiri. Dan tidak melakukan aksi nyata untuk keluar dari kondisi tak nyaman itu. Saya jamin pasti kondisi anda tak berubah atau bahkan menjadi lebih buruk.
Dalam kasus kebakaran di atas, sebenarnya yang anda butuhkan hanyalah menyiramkan air ke titik-titik api. Dan bukan sibuk bertanya pada diri sendiri. Begitupun ketika anda sedang dilanda kondisi keuangan yang buruk, yang anda butuhkan adalah ACTION! Bukan malah banyak merenung yang tak tentu ujungnya itu.
Penyakit terlalu banyak merenung untuk menghasilkan uang, saya sebut di posting sebelumnya termasuk salah satu penghambat uang masuk ke kantong anda. Karena dengan begitu, anda sibuk dengan diri sendiri sehingga tertahan untuk melakukan tindakan nyata.
Saatnya BERUBAH. Hentikan aktivitas yang hanya tertuju pada diri anda sendiri. Saatnya menatap dunia nyata dan melangkah dengan tubuh tegap. Saatnya memanfaatkan energi anda untuk aksi-aksi nyata.
Patut disadari, tubuh kita adalah komponen penting untuk menghasilkan uang. Inilah kesadaran awal yang perlu kita tanamkan. Sehingga dengan begitu kita perlu menjaga kesehatan kita baik-baik dan mempergunakannya lewat aksi nyata agar uang bisa mengalir lancar pada diri kita.
Sebab uang merupakan hasil dari tindakan. Dan bukan hasil angan-angan. Kalau anda hanya sibuk merenung dan tidak melakukan apa-apa, pasti tak ada uang yang mau melekat ke kantong anda.
Sejak dulu, kekuatan aksi tak terbantahkan sudah terbukti menjadi pendorong terwujudnya kenyataan. Kalau anda masih menahan diri untuk tidak melakukan apa-apa, maka pasti perubahan hidup yang anda idamkan tidak akan pernah terjadi.
Aksi atau tindakan nyata bukan berarti segalanya harus anda lakukan sendiri. Tapi bisa pula dengan memanfaatkan alat bantu. Misal untuk bepergian ke suatu tempat, tentu anda tak harus jalan kaki. Tapi bisa mengendarai sepeda motor atau mobil yang bisa mempercepat anda sampai ke tempat tujuan.
Yang penting, anda harus memiliki kemauan. Tanpa kemauan, sekalipun anda punya berbagai alat bantu, tapi tak akan pernah ada tindakan.
Selain terlalu banyak merenung, ‘penyakit’ kedua yang bisa menghambat uang mengalir pada diri anda adalah terlalu fokus menghasilkan uang, tapi mengabaikan menciptakan ‘value’.
Maksudnya?
Banyak orang yang fokus bahkan sangat fokus menghasilkan uang. Tapi di saat bersamaan mereka mengabaikan perhatian pada orang-orang lain.
Mereka yang mengidap ‘penyakit’ ini biasanya keluh kesahnya seperti ini: “Saya telah berupaya keras menghasilkan uang, tapi hasilnya tidak sesuai harapan. Saya sudah memposting ratusan artikel di blog. Judul-judulnya saya pilih yang terbaik. Pemilihan keyword-nya pun betul-betul saya cermati. Saya telah mencoba Adsense, text link ads, affiliate progam, dan banyak cara lainnya seperti terdapat dalam 10 Sumber Penghasilan Blog yang mengalir deras ke kantong. Di awal memulainya, traffic saya memang berkembang. Tapi kemudian perlahan dan pasti mulai menurun. Saya sudah melakukan banyak hal, tapi uang yang saya cicipi belum sebanding. Apa salah saya?”
Kurang lebih sama dengan ‘penyakit’ pertama, inti persoalannya adalah selalu hanya berfokus pada diri sendiri. Tak ada ‘value’ yang diberikan pada orang lain. Patut dipahami, content bukan ‘value’. Iklan bukan ‘value’. Dan affiliate program juga bukan ‘value’.
Kalau anda masih selalu sibuk dengan berbagai aktivitas yang hanya tertuju pada diri sendiri dan mengabaikan perhatian pada pengunjung atau konsumen anda, saya yakin ada banyak orang yang bisa melakukannya lebih baik dari pada anda. Dengan begitu pasti anda sudah kalah bersaing. Karena itu tak cukup lagi hanya mengandalkan cara-cara tadi. Yang anda perlukan adalah menciptakan ‘value’ di setiap aktivitas anda dan mengalirkannya pada orang-orang lain. Jadikan penciptaan ‘value’ untuk orang banyak sebagai titik tolak aktivitas anda.
Kalaupun selama ini anda mungkin sudah sudah bisa mengalirkan uang dengan cara yang hanya terfokus pada diri sendiri tadi, tapi saya rasa itu tidak akan bertahan lama. Karena yang dicari pengunjung atau konsumen adalah ‘value’.
Dan kalau anda hanya berfokus pada menghasilkan uang, begitu uang tak lagi mengalir maka semangat anda bisa meredup. Sebaliknya, kalau tujuan anda pada menciptakan ‘value’, maka uang akan mengikuti dengan sendirinya.
Anda paham kan?
Memang banyak orang lebih suka mencari uang daripada membuat ‘value’. Padahal kalau mereka sadar, tujuan pertama tadi lebih gampang menghantarkan pada kegagalan. Sedang dengan menghadirkan ‘value’, pengunjung pasti berbondong-bondong mendatangi situs web anda. Dan ini berarti mendekatkan anda pada kesuksesan.
Mulailah berpikir bagaimana anda bisa menghadirkan ‘sesuatu’ yang diinginkan banyak orang di muka bumi ini. Kalaupun saat ini sudah ada yang melakukannya, anda tak perlu pesimis. Asalkan anda bisa menyediakan ‘value’ yang lebih baik, pasti anda akan sukses.
Sebetulnya banyak ‘penyakit mental’ yang membuat uang terhalang mengalir pada diri anda. Tapi dua ‘penyakit’ yang sudah saya sebutkan yang menjadi penyebab utama. Dan saya ulangi lagi, solusinya adalah menghadirkan ‘value’ pada orang lain. Dengan mulai terbiasa bermental menghadirkan ‘value’ untuk orang lain, maka pikiran dan aksi yang anda lakukan akan selalu tertuju pada penciptaan ‘value’.
Anda setuju dengan saya?
= www.jokosusilo.com

Berikan ‘Value’, Bukan Produk! (Bagian 1)


Berikan ‘Value’, Bukan Produk! (Bagian 1)Kunci menghasilkan penghasilan besar adalah kemampuan menciptakan ‘value’. Ada ‘sesuatu’ yang mampu menarik orang agar mau membelanjakan uangnya untuk membeli barang yang anda pasarkan. Karena sebetulnya konsumen tak pernah peduli dengan produk anda. Yang mereka pedulikan hanyalah ‘value’, nilai, atau manfaatnya.
Memang ada jurus-jurus untuk melariskan dagangan. Seperti kalau dalam affiliate program, ada trik bagaimana menarik pengunjung, menjaring pembeli dalam dua hari, 7 langkah menarik pengunjung, atau cara menggaet pelanggan setia.
Namun, semua jurus itu menjadi tak ada artinya bila produk anda tak punya ‘value’. Ibaratnya seperti singa ompong yang ketika mengaum bukannya menakutkan tapi malah terlihat menggelikan. Produk yang anda tawarkan bukannya meninggalkan kesan positif, tapi malah membuat kabur pembeli.
So, perhatikan ‘value’ produk anda.
Mengenai ‘value’, anda bisa memberikannya secara langsung. Maksudnya langsung melekat pada produk yang ditawarkan. Misal, produk anda mempunyai 100 macam manfaat yang bisa langsung dirasakan pemakai. Namun bisa pula secara tak langsung. Misal dengan menyediakan layanan setelah pembelian seperti konsultasi gratis seumur hidup dan lainnya.
Tapi apapun yang anda lakukan, yang penting inti aktivitasnya adalah menciptakan ‘value’. Serta, jangan lupa, pesan ‘value’ produk anda itu harus tersampaikan kepada konsumen.
Tak sulit sebetulnya konsep mengenai ‘value’ ini. Siapapun bisa melakukannya. Termasuk ANDA! Tapi sayangnya tak banyak orang yang sadar pentingnya peran ‘value’ ini. Sehingga tak heran kalau penghasilan mereka menjadi macet bin mampet.
Biasanya, mereka yang kurang memperhatikan ‘value’ ini mengidap dua ‘penyakit’. Salah satunya penyakit terlalu banyak merenung untuk menghasilkan uang.
Mereka yang biasanya mengidap penyakit pertama ini biasanya keluh kesahnya terlontar seperti ini: “Saya bingung. Setiap hari saya sudah memikirkan bisnis saya, menuliskan tujuan bisnis saya, membayangkan apa yang saya inginkan, dan berupaya menarik penghasilan sebanyak-banyaknya. Tapi apa yang saya dapat? Yang bisa diraih hanya secuil. Dan bahkan tak mampu menutupi pengeluaran saya. Sampai saya harus berhutang ke tetangga dan saudara sampai makin lama utang saya kian menumpuk. Saya juga sudah menuliskan apa yang saya alami dalam buku catatan harian saya untuk memacu diri. Tak lupa pula saya berdoa serta terus menambah ilmu. Tapi tak ada perubahan. Sampai rasanya saya kehilangan harapan. Apa dosa saya?”
Memang betul merenung itu penting. Saya tak bermaksud menyebut refleksi diri sebagai aktivitas keliru. Tapi yang perlu disadari merenung saja tak cukup. Selama anda hanya melakukan refleksi diri tapi tanpa dibarengi tindakan nyata maka UANG TIDAK AKAN PERNAH MENGALIR KE KANTONG ANDA!
Menulis catatan harian dan merenung mungkin sangat penting bagi anda. Saya pun kadang-kadang melakukannya. Tapi yang perlu dipahami, kegiatan itu tak memberikan apapun untuk orang lain. Jangan pernah mengira saat anda bermeditasi atau merenungkan nasib bisnis anda tiba-tiba segepok uang atau selembar cek turun dari langit.
Jika anda ingin mendapat uang, yang anda butuhkan adalah menciptakan ‘value’ dan menyampaikannya kepada orang yang tepat.
No value, no money! Itu yang perlu anda ingat. Pikirkanlah!
Masih bingung? Ok. Baca kelanjutannya di posting berikutnya.
 www.jokosusilo.com

Menyambut Resiko dengan Cerdas (Bagian 2)


Menyambut Resiko dengan Cerdas bagian 2Mari kita lanjutkan pembahasan posting terdahulu tentang bagaimana menyikapi resiko secara cerdas.

Mungkin kita banyak menghabiskan waku membaca buku, mendengarkan program audio, dan mengikuti seminar internet marketing. Semua itu memang menyita banyak waktu. Tapi sedikit banyak kegiatan itu membantu membangun hal positif dalam diri kita.

Kehendak kita untuk terus belajar tak jarang menumbuhkan inspirasi baru untuk mengembangkan bisnis yang kita punya. Serta berlanjut lewat action nyata, inspirasi itu menjadi gebrakan yang bisa mengubah hidup kita selamanya. Paduan antara pengetahuan dengan action nyata telah memacu hidup kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Karena itu, hampir setiap minggu, toko buku menjadi tempat kunjungan wajib keluarga. Setiap anggota keluarga bisa memilih buku yang disuka. Kalau saya biasanya pilih buku-buku untuk mengembangkan bisnis. Kalau istri, biasanya suka pilih novel. Dan kalau si kecil Dimas, anak pertama saya, sukanya buku-buku mewarnai.

Di samping itu, kehausan saya untuk mengembangkan bisnis dipuaskan dalam hardisk laptop saya yang sampai penuh oleh ribuan e-book, audio, dan video seputar internet marketing. Tidak sedikit yang merupakan hasil pembelian. Saya yakin, investasi yang saya keluarkan dengan membeli buku, e-book, audio, maupun video itu akan balik modal. Pengetahuan yang saya dapat untuk bisa mengembangkan bisnis jauh lebih berharga dibanding uang yang saya keluarkan.

Saya sadar, pengetahuan menjadi bekal untuk bertindak secara tepat dan cepat. Karena itu, di tengah padatnya aktivitas rutin yang saya jalankan, sebisa mungkin setiap hari saya sempatkan untuk meng-upgrade pengetahuan yang saya miliki.

Selain tanpa henti belajar dan bertindak, kunci untuk menyikapi resiko secara cerdas adalah dengan memandang jauh ke depan. Ketika membicarakan tentang rencana bisnis, saya tidak hanya berpikir satu atau lima tahun mendatang. Tapi lebih jauh dari itu, saya memikirkannya bahkan untuk sepanjang hidup saya nantinya. Ketika saya berniat melakukan sesuatu, saya biasakan bertanya dulu pada diri saya,”Apa perbedaan hasil dalam beberapa puluh mendatang kalau saya melakukan ini?”

Dan kalaupun misal hasil yang didapat hari ini tak terlalu besar, tapi saya tetap optimis dan yakin bahwa apa yang sudah dilakukan ini akan terus meningkat sampai nantinya seperti yang saya harapkan.

Bila kita tidak melakukan apapun hari ini, bukan berarti kita aman-aman saja. Yang pasti kondisi kita tetap seperti sekarang atau bahkan mungkin jadi lebih buruk. Tidak bertindak apa-apa bukan berarti netral atau tidak berdampak apapun. Tapi berdiam diri adalah cara pasti untuk tidak berubah lebih baik. Berdiam diri termasuk cara negatif karena itu perlu dihindari.
Inilah kenapa penting untuk menanamkan kebiasaan baik untuk berusaha meningkatkan kualitas hidup. Dalam jangka pendek, mungkin usaha yang kita lakukan seperti sebuah perjuangan yang berat dan tak jarang dipenuhi dengan rasa sakit. Kita mungkin jatuh dan gagal dalam usaha yang kita lakukan. Tapi, berbekal sikap optimis kita harus berdamai dengan kekecewaan dan kemudian cepat bangkit lagi untuk menyongsong kesuksesan.

Kegagalan yang kita alami bukan untuk disesali. Tapi untuk dipelajari agar kita tak jatuh pada “lubang” yang sama.

Satu hal penting yang akan menjaga kita agar tak mundur dari kegagalan yang datang bertubi-tubi adalah kebiasaan berpikir jangka panjang. Target jangka panjang yang dicanangkan itu kemudian kita wujudkan dalam perubahan-perubahan kecil yang dilakukan setiap hari. Seperti kebiasaan untuk sedikit lebih disiplin, lebih berani, lebih tahan dalam menghadapi tantangan, dan lebih bersemangat melakukannya.

Lewat kebiasaan berpikir jangka panjang yang diwujudkan dalam langkah-langkah kecil setiap hari itu pasti hasilnya akan menakjubkan. Sukses luar biasa akan anda alami!

Memang banyak orang yang mudah tergoda untuk cepat kaya tanpa berusaha. Pikiran jangka pendek yang memenuhi isi pikiran membuat kita cepat lelah jika hasil yang dicapai tak sesuai harapan. Karena itu berpikirlah jangka panjang. Dan jangan mudah menyerah di masa-masa awal anda memulai bisnis!

Kondisi di awal berbisnis memang sangat berat. Karena anda harus bekerja keras dengan pengetahuan yang mungkin minim, tapi sekaligus berupaya mendapatkan sedikit hasil sebagai pembuktian. Tapi begitulah hidup. Hidup tak pernah mudah di awalnya. Seperti ketika anda belajar merangkak dan berjalan saat masih kecil. Berkat tekad yang tak pernah padam dan usaha tanpa kenal henti, anda akhirnya bisa melakukannya.

Mungkin anda sudah memulai bisnis setahun, tapi penghasilan yang anda dapat mungkin masih lebih kecil dibanding kalau anda bekerja untuk orang lain. Mungkin juga banyak orang yang sulit menerima rencana sukses jangka panjang anda. Dan mungkin anda sendiripun ikut menertawakan diri sendiri kalau melihat bisnis yang anda kerjakan dengan kacamata jangka pendek. Bahkan mungkin tidak sedikit orang yang mencemooh gagasan “gila” anda.

Pikiran jangka pendek dan ketakutan menempuh resiko memang banyak dipelihara oleh orang di muka bumi ini. Tapi bukan untuk anda yang siap menerima sukses luar biasa!

Saya pun dulu mengalami tantangan yang sama. Tapi kalau saya dulu, saat menghadapi ketakutan yang sama untuk menghadapi semua tantangan itu, saya tinggal tutup mata dan tempuh resiko itu dengan cerdas. Selalu saya yakinkan pada diri bahwa kesulitan dan cemoohan orang-orang itu tidak bakal mampu membuat saya menyerah. Sebaliknya justru hal itu akan membuat semangat saya makin berkobar. Saya tak pernah takut karena saya yakin apa yang saya lakukan akan menghasilkan sukses luar biasa. Ini hanya soal waktu. Dan waktu telah membuktikannya pada saya.

Pesan saya, izinkan diri anda untuk bekerja lebih keras dengan tetap meng-upgrade pengetahuan, dan dapatkan sedikit hasil sebagai pembuktian, namun tetap memandang positif dengan rencana jangka panjang anda. Tak ada yang tak mungkin asal anda teguh dengan aksi untuk mencapai rencana jangka panjang anda!

Ayo temukan resiko apa yang bisa anda atasi hari ini, lalu terjang resiko itu. Ayo resiko apa yang sudah siap anda tempuh?

http://jokosusilo.com

10 Pelajaran Bisnis yang akan Membuat anda Kaya


10 Pelajaran Bisnis yang akan Membuat anda KayaBanyak yang telah berusaha sekuat tenaga untuk mengembangkan bisnisnya, tapi kadang yang keluar justru keluhan seperti ini misalnya,”Saya sudah melakukan banyak usaha untuk mengembangkan bisnis saya, tapi tak kunjung sukses. Rasanya saya tak berbakat jadi pebisnis dan akan berhenti saja.”

STOP! Jangan lanjutkan sikap suka menyalahkan diri seperti di atas. Pebisnis sejati tak pernah mengeluh sebelum kesuksesan yang direncanakannya tercapai.

Saya ada beberapa pelajaran bisnis yang sudah terbukti mengantarkan saya menikmati hasil seperti saat ini. Sepuluh pelajaran di antaranya saya bocorkan gratis pada anda.

  1. Pilih target market produk anda. Apapun produk anda, anda harus punya target market. “Siapa kira-kira yang akan membeli produk anda?” ini pertanyaan yang sudah harus anda tancapkan jauh sebelum anda membuat produk. Pastikan target market anda cukup besar. Lebih baik lagi, jika kompetitor untuk produk yang sejenis dengan milik anda masih sedikit. Karena dengan begitu, pasti produk anda akan laris manis. Sehingga anda pun bisa kaya mendadak!
  2. Jaga hubungan baik. Jaga hubungan baik dengan siapapun. Keberhasilan kita dalam memasarkan produk sebetulnya tak lebih merupakan hasil dari hubungan yang terjaga baik. Ketika hubungan baik sudah terbangun, bisnis apapun bisa berjalan lancar. Tak terkecuali dengan kompetitor anda, jaga juga hubungan baik. Karena dengan begitu, anda diajak untuk bersaing secara sehat. Agar anda tanpa henti selalu meningkatkan kualitas produk anda. Atau mungkin anda bisa juga bekerjasama dengannya.
  3. Lakukan dengan cara anda sendiri. Saya yakin setiap orang itu unik. Sehingga pasti setiap orang juga punya caranya sendiri untuk mengembangkan bisnis. Jangan terlalu terpaku pada pendapat banyak orang. Lakukan dengan cara anda sendiri. Baik untuk riset pasar, metode marketing, atau apapun. Sebab saya yakin anda sendiri yang paling tahu apa yang dibutuhkan oleh bisnis anda. Tapi jangan pula over confidence. Memang ada prinsip-prinsip umum bisnis yang perlu anda ketahui. Dan biar anda lebih cepat tahu, mau tak mau anda perlu belajar dari para master. Kemudian tinggal anda kembangkan sendiri sesuai kebutuhan bisnis anda.
  4. Bergerak terus, pantang diam! Jangan ragu melangkah. Pastikan bisnis anda selalu bergerak. Lebih baik melakukan kesalahan, daripada bisnis anda diam saja tanpa perubahan. Kalau tidak bergerak, pasti anda akan terombang-ambing dalam gelombang ketidakpastian. Ketakutan mengambil keputusan dan melakukan tindakan bisa berakibat buruk bagi bisnis anda. Kegagalan bukan untuk ditakuti. Kegagalan adalah teman yang akan mengantarkan anda mencapai sukses.
  5. Disiplin dan rapikan pekerjaan anda. Pebisnis sukses itu memiliki ritme kerja yang teratur. Sekali saja, terjadi ketidakteraturan, maka jadwal yang sudah direncanakan bakal berantakan. Di situlah pentingnya disiplin diri dalam mematuhi rencana bisnis yang sudah ditetapkan. Serta lakukan semuanya secara rapi. Pasti hasilnya bisa anda rasakan sendiri perbedaanya dibanding anda melakukannya secara semrawut. Contoh kecil, mulai dari merapikan meja kerja anda. Singkirkan barang-barang yang tak anda butuhkan agar anda bisa bekerja lebih nyaman.
  6. Menyikapi resiko secara cerdas. Jangan ragu untuk menempuh resiko, selama hasil terburuknya bisa diprediksi dan terbatas serta hasil terbaiknya tanpa batas. Segera raih dan jangan pikir terlalu lama agar kesempatan itu tak terlebih dulu disabet orang lain.
  7. Biasakan kebiasaan baik. Kesuksesan suatu bisnis lebih sering ditentukan oleh karakter pebisnis ketimbang kondisi yang tengah dihadapi. Pebisnis yang memiliki karakter kuat, seperti disiplin tinggi dan berani menghadapi resiko, tak akan pernah gentar menghadapi situasi apapun. Malah tak jarang bisa menjadikannya sebagai peluang. Seperti Warren Buffet, orang terkaya sedunia, di tengah resesi ekonomi Amerika masih bisa mengumpulkan uang Rp 200 triliun setahun. So, temukan karakter baik apa yang perlu anda perkuat. Penguatan karakter diri anda akan sangat berpengaruh terhadap bisnis anda.
  8. Terapkan rutinitas positif. Coba atur rutinitas anda selama seminggu ini. seperti olahraga dan tidur yang teratur. Harapannya dengan begitu fokus dan konsentrasi anda dalam membangun bisnis anda akan meningkat.
  9. Lakukan dengan penuh cinta dan dapatkan hasil memuaskan. Tidak cukup anda hanya senang dengan bisnis anda, tapi bila bisnis yang anda senangi itu tak cukup memberikan hasil, pasti bisnis anda dicap gagal. Sebaliknya, kalau anda mungkin tak suka dengan jenis bisnis anda tapi ternyata hasilnya sungguh menggiurkan, yang terjadi jiwa anda pasti tersiksa. Karena anda sukses di bidang yang anda tidak senangi. Jadi lakukan bisnis yang anda suka dan buatlah sukses. Pasti hasilnya akan memuaskan hati anda. Begitupun kalau anda berniat jadi affiliate marketer, penting untuk memasarkan produk yang anda suka!
  10. Beli kursi kerja yang nyaman. Saya tidak mengada-ada. Sungguh! Pilihlah kursi yang nyaman untuk aktivitas kerja anda. Sebab, kalau anda mau sadari benda itulah yang paling banyak anda pakai saat bekerja, melebihi komputer anda bahkan. Pilihlah kursi yang bisa menahan lengan, punggung, leher, sampai kepala anda dengan nyaman. Tak harus yang paling mahal, tapi yang penting paling nyaman untuk diri anda. Karena itu anda perlu mencobanya sendiri sebelum membeli.

Anda boleh saja setuju atau tak setuju dengan beberapa poin di atas. Tapi mari kita diskusikan dulu. Ayo, yang mana anda setuju dan yang mana yang tidak? Atau mungkin anda punya pendapat lain?

http://jokosusilo.com

toko-delta.blogspot.com

Archives

Postingan Populer

linkwithin

Related Posts with Thumbnails

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.