toko-delta.blogspot.com

menu

instanx

Senin, 08 November 2010

Menlu: Obama Akan Lihat Perubahan Indonesia


Obama pernah tinggal empat tahun di Menteng Dalam.
Senin, 8 November 2010, 13:18 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Denny Armandhanu
Barack Obama sebelum memasuki pesawat kepresidenan AS (AP Photo/Pablo Martinez Monsivais)
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama akan berkunjung ke Indonesia besok sore untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia. Selain itu, kunjungan Obama juga merupakan kesempatan yang baik untuk menunjukkan perubahan positif yang telah terjadi di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa saat ditemui di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin 8 November 2010.

Obama, ujar Natalegawa, pernah menghabiskan empat tahun masa kecilnya di Indonesia. Tentunya kunjungannya yang rencananya akan dilakukan selama dua hari mulai besok, 9 November 2010, akan memberikan pandangan baru untuk Obama mengenai Indonesia.

“Kedatangan Obama adalah kesempatan yang sangat langka dan baik bagi Indonesia untuk menampilkan apa yang telah diraih oleh negara ini kepada seorang presiden AS,” ujar Natalegawa.
Perubahan yang terjadi selama beberapa tahun di Indonesia, ujar Natalegawa, adalah sesuatu yang patut dibanggakan. Perubahan tersebut di antaranya adalah perubahan demokrasi dan peningkatan potensi perekonomian.

“Inilah yang membuat Indonesia menjadi negara anggota G20,” ujarnya merujuk kepada perkumpulan 19 negara-negara dengan perekonomian besar dunia ditambah dengan Uni Eropa.

Natalegawa mengatakan bahwa perubahan yang akan ditunjukkan kepada Obama bukan hanya berpengaruh terhadap hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, namun juga kepada masyarakat internasional. Hal ini terkait perhatian dunia yang besar terhadap kunjungan Presiden AS ke empat negara Asia, yaitu India, Indonesia, Jepang dan Korea Selatan.

“Jika seorang Presiden AS datang ke Indonesia, tentu saja juga akan membawa perhatian masyarakat internasional,” ujar Natalegawa.

Natalegawa mengatakan bahwa Indonesia akan menunjukkan perubahan dan peranan Indonesia kepada dunia. Selain perkembangan demokrasi dan ekonomi, Indonesia juga akan memperlihatkan sekali lagi kepemimpinannya yang baik di ASEAN serta pengaruhnya pada permasalahan regional dan global. (umi)
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Kamis, 04 November 2010

Menkeu Buru 4,6 Juta Orang Kaya


Menkeu meminta masyarakat berpenghasilan menengah jujur melaporkan pajaknya.
Jum'at, 15 Oktober 2010, 15:33 WIB
Hadi Suprapto, Agus Dwi Darmawan
Menteri Keuangan Agus Martowardojo (VIVAnews/Agus Dwi Darmawan)
BERITA TERKAIT
  • Properti, Berkah Besar Bagi Jutawan Indonesia
  • Lima Negara Super Makmur di Dunia
  • BPK: Provinsi Super Kaya, Keuangan Amburadul
  • Dari Minuman Jadi Terkaya di China
  • Para Penguasa Emas di Dunia
VIVAnews - Pemerintah akan terus memburu orang-orang kaya di Indonesia. Perburuan terkait masalah pajak.
Karena itu Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo meminta masyarakat berpenghasilan menengah ke atas jujur melaporkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak.

Agus mengatakan mereka yang berpotensi menjadi wajib pajak orang pribadi sudah seharusnya didata. "Jadi kalau melihat ada potensi (laporan Credit Suisse Global Wealth Report), kami terus akan ekstensifikasi," kata Agus di Kementerian Keuangan, Jumat 15 Oktober 2010.

Menurut laporan Credit Suisse Global Wealth Report yang baru dipublikasikan, kekayaan orang Indonesia melesat jauh dibandingkan dengan situasi pada masa krisis 1997 lalu. Total kekayaan pribadi orang Indonesia melonjak spektakuler hingga lima kali lipat menjadi US$1,8 triliun dalam satu dekade terakhir.

Menanggapi ini Agus berjanji akan menelusuri data-data yang memungkinkan. "Kami terus akan update dari sumber data mana pun," katanya. "Jadi kalau ada laporan besarnya masyarakat Indonesia yang berpenghasilan menengah ke atas tentu akan dicari, kami akan dalami."

Menurut Credit Suisse, komposisi kekayaan orang Indonesia, mirip dengan India. Sebagian besar atau 90 persen dari kekayaan mereka berupa aset properti. Rata-rata utang mereka juga relatif sedikit.

Indonesia memiliki 25 persen populasi dengan kekayaan kurang dari US$1.000 atau hampir setara dengan proporsi dunia sebesar 26 persen. Namun, keluarga yang memiliki kekayaan sebesar US$100 ribu atau hampir Rp1 miliar, sangat jauh dibandingkan dengan proporsi dunia.

Distribusi orang kaya yang memiliki kekayaan sebesar US$100 ribu hanya 2 persen atau 4,6 juta orang dari total penduduk Indonesia yang berjumlah 233 juta jiwa. Ini jauh sekali dibandingkan dengan komposisi dunia sebesar 8 persen.

Definisi kekayaan yang dimaksud oleh Credit Suisse adalah aset finansial baik berupa keuangan dan non keuangan (khususnya properti). Dalam studi ini untuk masuk dalam jajaran 10 persen orang kaya dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$72 ribu. Sedangkan, untuk masuk jajaran 1 persen orang kaya dunia, seorang dewasa harus memiliki kekayaan US$588 ribu. (umi)
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Amerika Serikat, Gudang Miliarder Dunia


Sebanyak 9,9 juta warga Amerika Serikat memiliki harta Rp9-450 miliar.
Minggu, 17 Oktober 2010, 02:10 WIB
Heri Susanto
Gedung Capitol di Washington DC Amerika Serikat (AP Photo)
BERITA TERKAIT
  • Menkeu Buru 4,6 Juta Orang Kaya
  • Properti, Berkah Besar Bagi Jutawan Indonesia
  • Lima Negara Super Makmur di Dunia
  • BPK: Provinsi Super Kaya, Keuangan Amburadul
  • Dari Minuman Jadi Terkaya di China
VIVAnews - Amerika Serikat bukan sekedar dikenal sebagai negara kiblatnya kapitalisme dunia. Namun, negara ini juga dikenal sebagai gudangnya miliarder top dunia.

Hasil riset terbaru Credit Suisse Research Institute yang baru-baru ini dipublikasikan menempatkan warga Amerika sebagai wakil terbanyak dalam jajaran miliarder.

Berdasarkan "Piramida Kemakmuran" Credit Suisse, pada pertengahan 2010, sebanyak 0,5 persen dari total populasi dunia atau sekitar 24,5 juta orang dewasa masuk dalam jajaran miliarder dunia. Mereka memiliki harta rata-rata sedikitnya US$1-50 juta atau Rp9-450 miliar. Total kekayaan mereka mencapai US$69,2 triliun.

Nah, menurut Credit Suisse, dari 24,5 juta miliarder dunia tersebut, sebanyak 41 persen atau sekitar 9,9 juta orang dewasa berasal dari Amerika Serikat. Sedangkan, Jepang menempati posisi kedua yang menyumbangkan 10 persen dari total miliarder, kemudian disusul Prancis 9 persen.

"Kami perkirakan di China, ada 800 ribu orang yang memiliki kekayaan US$1-50 juta atau 3,3 persen dari miliarder dunia," ujar Walter Berchtold, CEO Private Banking Credit Suisse dalam laporannya.
Itu baru untuk level kekayaan US$1-50 juta. Untuk warga dengan kekayaan di atas US$50 juta, bahkan di atas US$5 miliar yang berjumlah seribu orang di dunia, Amerika tetap menempati nomor urut satu.

Dua tahun lalu, menurut Credit Suisse, akibat krisis finansial global, kekayaan warga Amerika rata-rata memang menurun. Namun, belakangan mulai pulih kembali seiring dengan membaiknya kembali bursa saham dan pasar finansial.

Sekarang, rata-rata kekayaan warga Amerika adalah sebesar US$236 ribu per orang dewasa. Itu terdiri atas US$200 ribu dalam bentuk aset finansial seperti saham, obligasi dan lainnya, serta US$100 ribu dalam bentuk aset riil, seperti properti. Namun, kemudian dipotong dengan utang rata-rata sebesar US$60 ribu per orang.
Meski begitu, secara rata-rata penduduk, kekayaan warga Amerika masih kalah jika dibandingkan dengan Swiss, Norwegia, Australia, Singapura dan Prancis (baca: Lima Negara Super Makmur di Dunia).

Penduduk Amerika berjumlah sekitar 318 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 231 juta jiwa adalah penduduk dewasa sebagai salah satu acuan Credit Swiss untuk menghitung kekayaan penduduk suatu negara.
• VIVAnews

Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Orang Kaya RI Melonjak, Pemerintah Kedodoran


Studi Bank Pembangunan Asia (ADB), jumlah orang mampu meningkat jadi 30 juta orang.
Kamis, 4 November 2010, 09:06 WIB
Heri Susanto
Uang Rupiah (Antara)
B
VIVAnews - Pendapatan perkapita penduduk Indonesia semakin meningkat, bahkan tahun ini sudah menembus US$3.000 atau Rp27 juta. Ironisnya, pemerintah tidak siap mengantisipasi lonjakan kelas menengah baru Indonesia.

"Bayangkan, produk domestik bruto Indonesia saat ini sudah Rp6.400 triliun atau sekitar US$700 miliar," ujar ekonom Cyrillus Harinowo kepada VIVAnews di Jakarta, 3 November 2010. Dengan PDB sebesar itu, pendapatan per kapita Indonesia sekitar US$3.000 per tahun.

Bahkan, kata dia, masyarakat Indonesia bukan sekedar mengalami peningkatan pendapatan. Namun, Harinowo menekankan jumlah orang kelas menengah dengan kekayaan bertambah juga meningkat.
Menurut studi Bank Pembangunan Asia (ADB), jumlah orang mampu atau masuk kelas menangah Indonesia meningkat menjadi 30 juta orang. "Namun, perkiraan saya jauh lebih banyak dari itu, bahkan tak lama lagi akan mencapai 60 juta orang."
Mereka inilah yang sekarang mengisi kafe-kafe Starbuck, Coffee Bean, penumpang pesawat, konsumen utama mobil, barang-barang elektronik mewah seperti AC, laptop dan lainnya.
Ironisnya, kata Harinowo, pemerintah tidak siap menghadapi lonjakan orang kelas menengah baru Indonesia tersebut. "Pemerintah tampak kedodoran dan tidak menduga perkembangannya akan seperti ini."

Buktinya, pertama, bandara Soekarno Hatta sekarang penuh sesak karena mereka yang memiliki kemampuan untuk membeli tiket pesawat meningkat luar biasa. "Sekarang parkir di bandara saja sudah susah," kata dia.

Ironisnya, Angkasa Pura yang memiliki duit berlebih juga tidak bisa melihat tanda-tanda jaman. "Mereka lebih suka menyimpan duit di deposito ketimbang berinvestasi untuk memperluas Bandara Cengkareng."

Maskapai penerbangan seperti Garuda juga harus menambah pesawat untuk menampung lonjakan orang-orang berkemampuan baru Indonesia tersebut.

Kedua, jalan-jalan di Jakarta sudah semakin macet gara-gara orang yang memiliki kemampuan untuk membeli mobil semakin banyak. Tahun ini saja diperkirakan 710-740 ribu unit mobil akan terjual. "Bayangkan macetnya Jakarta, apa yang terjadi pada 2012 saat penjualan mobil mencapai 1 juta unit."

Ironisnya, infrastruktur transportasi lainnya juga tidak memadai sehingga tidak bisa menjadi alternatif untuk mengatasi kemacetan Jakarta.

Ketiga, penjualan barang-barang elektronik, seperti televisi, AC, laptop, ponsel dan lainnya juga dipastikan meningkat pesat. Jika kapasitas produksi tidak ditambah, maka impor barang elektronik akan semakin melonjak sehingga menguras devisa Indonesia.

Demikian halnya dengan kebutuhan listrik. PLN semula membangun pembangkit listrik berkapasitas 10 ribu megawatt berbahan bakar batu bara untuk menggantikan pembangkit berbahan bakar minyak. Yang terjadi bukan dipakai mengganti, namun semua pembangkit dipakai karena kebutuhan listrik sangat tinggi.

"Dampaknya subsidi menjadi lebih besar karena kapasitas yang diperlukan memang besar."
Karena itu, dia menyarankan agar pemerintah bisa segera mengantisipasinya. Contoh di negara lain, seperti China dan Korea Selatan saat pendapatan per kapita US$3.000, maka peningkatan permintaan barang mewah meningkat pesat. "Bahkan, laju pertumbuhan ekonomi juga akan semakin kencang." (kd)
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Orang Kaya Indonesia Tumbuh 5,8 persen


"Pertumbuhan orang kaya di Indonesia lebih tinggi dari pertumbuhan GDP."
Kamis, 22 Juli 2010, 00:19 WIB
Antique, Purborini
beli rumah (dok. Corbis)
BERITA TERKAIT
  • Abramovich, Miliarder "Penguasa Bola" Dunia
  • Daftar 40 Taipan Superkaya Malaysia
  • Kiat Anthoni Salim, Taipan Terkaya Ketiga RI
  • Korupsi, Taipan Terkaya China Dibui 14 Tahun
  • Taipan Mode Terkaya dari Negeri Ginseng
VIVAnews - Certified Wealth Management Association (WMA) memperkirakan pertumbuhan orang kaya di Indonesia mencapai 5,8 persen pada tahun ini.

"Pertumbuhan orang kaya di Indonesia lebih tinggi dari pertumbuhan produk domestik brutto (PDB) kita," kata perwakilan WMA Maikel Sajabati di Jakarta, 21 Juli 2010.

Sedangkan pertumbuhan di Asia Pasifik sebesar 8,1 persen. "Pertumbuhan kita ada di bawah Korea Selatan," ujar dia.

Maikel menuturkan, hal ini dilihat berdasarkan dana kelola wealth management orang dengan tabungan di atas Rp1 miliar terdapat sebanyak 200 ribu orang. Total dana yang terdapat di industri pengelolaan kekayaan ada Rp1.600 triliun dari total dana pihak ketiga di perbankan sebesar Rp2.000 triliun.

Sayangnya, menurut Direktur BNI Darmadi Sutanto, dana tersebut kebanyakan dikelola di luar negeri. "Untuk lokal terlalu sedikit," ujar dia.
Dana tersebut kebanyak mengalir pada bidang properti, finansial aset, dan offshore. BNI sendiri saat ini mengelola dana wealth management atau dana prioritas sebesar 70 persen dari total dana konsumer Rp130 triliun.

Adapun PT Bank Tabungan Negara menyatakan saat ini belum memiliki segmentasi nasabah. Rencananya, perseroan akan mulai layanan prioritas pada tahun depan (2011). "Kami akan menargetkan pertumbuhan hingga 16 persen dari dana kami sekarang Rp40 Triliun," ujar Managing Director BTN Irman Zahiruddin.

Nasabah tersebut dimulai dengan yang memiliki dana sebesar Rp500 juta. "Untuk ini kita menargetkan mendapat 500 ribu nasabah selama lima tahun," tutur dia.
Namun, Irman menambahkan, untuk tahun pertama sebesar 60 sampai 70 ribu nasabah. "Kami akan mulai dengan nasabah Jakarta dulu," ujarnya.
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Menkeu: Tak Ada Diskriminasi Daerah Miskin


Pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang dipersoalkan BPK sudah sesuai undang-undang yang ada.
Rabu, 28 Juli 2010, 11:21 WIB
Antique, Agus Dwi Darmawan
  (daylife.com)
BERITA TERKAIT
  • Orang Kaya Indonesia Tumbuh 5,8 persen
  • Abramovich, Miliarder "Penguasa Bola" Dunia
  • Daftar 40 Taipan Superkaya Malaysia
  • Kiat Anthoni Salim, Taipan Terkaya Ketiga RI
  • Korupsi, Taipan Terkaya China Dibui 14 Tahun
VIVAnews - Menanggapi daerah super kaya di Indonesia, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengatakan tidak ada diskriminasi apapun dari pemerintah pusat berkenaan dengan hal itu.

Agus menuturkan, pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang dipersoalkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah sesuai dengan undang-undang yang ada. "Itu disepakati dari diskusi kita dan sudah sesuai undang-undang otonomi daerah," kata dia di Kantor Menko Perekonomian, Rabu 28 Juli 2010.

Diketahui, sebanyak 20 kabupaten dan kota di Indonesia mendapatkan transfer dana bagi hasil sumber daya alam dari pemerintah pusat dalam jumlah sangat besar. Bahkan, sangat jauh berbeda dibandingkan dengan puluhan kabupaten lainnya.

Berdasarkan data yang VIVAnews himpun dari Hasil Audit BPK terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 2009 yang dirilis baru-baru ini, sedikitnya ada 20 kabupaten dan kota yang mendapatkan dana bagi hasil di atas Rp400 miliar per tahun atau 2.700 kali dibandingkan dengan jatah dari Kabupaten Gunung Kidul.

"Tapi DBH, DAU (dana alokasi umum), dan dana hasil lain itu sudah disepakati. Jadi, kita merujuk ke sana (tata aturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku dan disepakati)," kata Agus.

Namun, nyatanya beberapa kabupatan mendapatkan dana bagi hasil triliunan rupiah dari tahun ke tahun. Sebut saja misalnya Kabupaten Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur yang mendapatkan bagian DBH Rp2,5 triliun pada 2009 atau Kabupaten Bengkalis di Riau yang mendapatkan jatah Rp1,5 triliun.

Ini tak sebanding dengan rata-rata kabupaten paling miskin sumber daya alam, kebanyakan di Jawa, yang cuma memperoleh ratusan juta rupiah per tahun. Contohnya Kabupatan Gunung Kidul, Sleman, dan Kulon Progo di provinsi Yogyakarta yang masing-masing cuma mendapatkan jatah dana bagi hasil sumber alam, Rp144-146 jutaan per tahun.

Kabupaten kaya raya tersebut sebagian besar berlokasi di Kalimantan Timur, sebagian lagi tersebar di Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, dan Papua. Kalimantan Timur menjadi pusat lokasi pertambangan batu bara, sedangkan Riau dan Kepulauan Riau menjadi tempat pertambangan minyak dan gas.

Dari Papua, ada kabupaten Mimika yang mendapatkan jatah DBH Rp440 miliar pada 2009. Wilayah di pegunungan Papua ini mendapatkan dana bagi hasil tertinggi dibandingkan kabupaten lain di Papua lantaran menjadi tempat pertambangan emas dan tembaga oleh PT Freeport Indonesia.

Berikut ini adalah daftar 20 kabupaten yang mendapatkan dana bagi hasil sumber daya alam terbesar di Indonesia.
1. Kab Kutai Kartanegara (Kaltim) Rp2.566,55 miliar
2. Kab Bengkalis (Riau) Rp1.519,73 miliar
3. Kab Kutai Timur (Kaltim) Rp1.059,72 miliar
4. Kab Siak (Riau) Rp993,20 miliar
5. Kab Rokan Hilir (Riau) Rp911,07 miliar
6. Kab Musi Banyuasin (Sumsel) Rp858,45 miliar
7. Kab Kutai Barat (Kaltim) Rp670,60 miliar
8. Kab Kampar (Kaltim) Rp679,32 miliar
9. Kab Pasir (Kaltim) Rp593,64 miliar
10. Kab Berau (Kaltim) Rp553,26 miliar
11. Kab Bulungan (Kaltim) Rp482,82 miliar
12. Kota Samarinda (Kaltim) Rp480,19 miliar
13. Kab Nunukan (Kaltim) Rp478,34 miliar
14. Kab Panajam Pasir Utara (Kaltim) Rp477,03 miliar
15. Kota Bontang (Kaltim) Rp476,83 miliar
16. Kab Malinau (Kaltim) Rp462,34 miliar
17. Kota Tarakan (Kaltim) Rp454,55 miliar
18. Kota Balikpapan (Kaltim) Rp441,60 miliar
19. Kab Natuna (Kep Riau) Rp440,24 miliar
20. Kab Mimika (Papua) Rp424,33 miliar
(umi)
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Dari Jet Pribadi, Kapal Pesiar Hingga Emas


Miliarder Asia sebanyak 3 juta orang dengan total kekayaan US$9,7 triliun. Koleksinya?
Selasa, 19 Oktober 2010, 10:55 WIB
Heri Susanto
kapal pesiar (dok. Corbis)
BERITA TERKAIT
  • Barang Mewah Pilihan Miliarder Indonesia
  • Berapa Jumlah Miliarder di Indonesia?
  • Amerika Serikat, Gudang Miliarder Dunia
  • Menkeu Buru 4,6 Juta Orang Kaya
  • Properti, Berkah Besar Bagi Jutawan Indonesia
VIVAnews - Beragam cara dilakukan oleh para miliarder, baik di dunia maupun di kawasan Asia guna mempertahankan atau meningkatkan nilai kekayaan mereka.

Pertimbangan ekonomi, seperti keuntungan finansial, kekhawatiran inflasi dan risiko mata uang, kerap menjadi alasan bagi para miliarder untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk aset-aset berwujud.

Bagi para miliarder Asia, instrumen investasi keuangan yang canggih sangat mereka waspadai karena risikonya tinggi. Mereka lebih cenderung memilih investasi konservatif.

Namun, faktor budaya juga sering menjadi pertimbangan para miliarder untuk memiliki aset-aset tersebut.
Bahkan, pertimbangan status juga menjadi alasan penting bagi para miliarder baru untuk membeli aset-aset super mewah, seperti barang seni, mobil mewah guna mendongkrak reputasi atau memamerkan kekayaan mereka.

Mereka ini adalah para pemilik dana sedikitnya US$1 juta atau Rp9 miliar yang biasa dikenal dengan kelompok high net worth (HNW).
Menurut laporan "Asia Pacific Wealth Report 2010" yang VIVAnews kutip dari riset Merril Lynch Wealth Management, Bank of America dan Capgemini, pada akhir 2009, jumlah miliarder Asia mencapai 3 juta orang dengan total kekayaan US$9,7 triliun.

Berikut ini cara miliarder di sejumlah negara Asia dalam membelanjakan duitnya baik untuk memenuhi kegemarannya atau sebagai pilihan investasi seperti dilaporkan dalam riset tersebut.

1. Australia

Embraer Legacy 600 Miliarder Australia lebih senang membelanjakan lebih dari sepertiga dananya untuk barang-barang mewah, seperti mobil mewah, jet pribadi dan kapal pesiar. Sebanyak 26 persen untuk barang-barang seni. Jumlah miliarder Australia sebanyak 174 ribu orang dengan kekayaan US$519 miliar.

2. China
Miliarder China lebih menyukai membelanjakan lebih dari sepertiga (34 persen) harta mereka untuk memborong emas, perhiasan, berlian atau jam tangan mewah. Namun, sekitar 29 persen hartanya digunakan untuk membeli barang-barang luks, seperti mobil mewah. Jumlah miliarder China sebanyak 477 ribu orang dengan kekayaan US$2.347 miliar.

3. India
Emas Batangan Seperti halnya China, miliarder India lebih senang menghamburkan duitnya untuk membeli emas perhiasan dan berlian. Namun, orang-orang kaya India juga gemar mengkoleksi barang-barang seni berharga, seperti lukisan. Jumlah miliarder India sebanyak 127 ribu orang dengan kekayaan US$477 miliar.

4. Indonesia
Indonesia juga tak berbeda jauh dengan miliarder China dan India yang senang mengoleksi emas dan berlian sebagai pilihan investasi. Namun, miliarder Indonesia juga melirik barang-barang mewah, seperti mobil-mobil mewah. Membelanjakan duit untuk aktivitas olahraga tergolong tinggi bagi miliarder Indonesia. Jumlah miliarder Indonesia sebanyak 24 ribu orang dengan kekayaan US$80 miliar.

5. Jepang
Jepang sebagai negara maju seperti halnya Australia. Para miliarder di negeri ini lebih suka mengoleksi aset seperti mobil mewah, kapal pesiar dan jet pribadi. Pilihan kedua adalah belanja untuk emas dan berlian. Jumlah miliarder Jepang sebanyak 1.650 orang dengan kekayaan US$3.892 miliar.

6. Hong Kong Lukisan Monalisa Para miliarder di Hong Kong lebih menyukai menyimpan barang-barang seni bernilai tinggi. Namun, mereka juga gemar mengoleksi barang-barang berharga seperti emas perhiasan dan berlian seperti halnya China dan India. Bahkan, Hong Kong menjadi pusat lelang terbesar ketiga di dunia untuk barang-barang seni setelah New York dan London. Jumlah miliarder Hong Kong sebanyak 174 ribu dengan kekayaan US$379 miliar.





Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Foto-Foto Pilot Cantik, Muda dan Kaya Raya


Nishita Shah, bukan hanya pilot. Namun, juga pelayar, praktisi fashion dan taipan kaya.
Senin, 25 Oktober 2010, 15:54 WIB
Heri Susanto
  (inluxe.cn)
BERITA TERKAIT
  • Tiga Universitas Penghasil Miliarder Dunia
  • Pilot Cantik Ini, Taipan Terkaya di Thailand
  • Rumah Mewah Para Triliuner Top Dunia
  • Boediono Gandeng Miliarder Warren Buffett
  • Dari Jet Pribadi, Kapal Pesiar Hingga Emas
VIVAnews - Parasnya tampak berdarah India. Namun, dia memiliki paspor Thailand. Wajahnya, cantik rupawan, usianya juga masih relatif muda, 30 tahun. Namanya, Nishita Shah.

Namun, dia cukup populer di Thailand. Nishita dikenal sebagai seorang pilot, sekaligus direktur sebuah maskapai penerbangan eksekutif Mjets.

Dia juga dikenal sebagai seorang yang gemar berlayar, sekaligus menjadi ratu perusahaan perkapalan besar di Thailand, Precious Shipping. Ini adalah perusahaan perkapalan yang memiliki 44 buah kapal.

Di dunia mode, Nishita yang gemar berpose bak foto model ini juga cukup kondang. Namanya menjulang sebagai produsen fashion kelas atas. Karena kecintaan yang tinggi pada dunia fashion, dia pun meluncurkan merek fashion berlabel 'Nsha' yang cukup populer di Bangkok.

Yang tak kalah penting, seperti dikutip dari masalathai.com, wanita muda yang tak bisa ketinggalan dengan BlackBerry-nya ini adalah pemimpin deretan perusahaan keluarga. Beberapa di antaranya adalah Globex Corporation Ltd, Graintrade Ltd, Unistretch Ltd dan Geepee Air Service Ltd.

Untuk memimpin seabrek perusahaan, Nishita telah belajar ilmu administrasi bisnis dengan konsentrasi bidang keuangan dan hukum bisnis dari Boston University School of Management. Selain itu, dia belajar langsung dari ayahnya, Kirit Shah yang menjadi guru bisnis utamanya.

Yang membuat namanya sangat populer adalah masuknya nama dia dalam jajaran orang kaya Thailand versi Forbes. Total kekayaannya US$340 juta atau sekitar Rp3 triliun.

Di tengah kesibukannya memimpin berbagai perusahaan, Nishita masih meluangkan waktunya untuk mengurus yayasan yang ditangani bersama ibunya. Dia cukup aktif dalam mencegah kanker payudara baik sebagai pendonor atau aktivitas melalui Queen Sirikit Center for Breast.

Untuk mengetahui bagaimana kegiatan ratu kapal, sekaligus pilot kaya raya ini, silakan klik

Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

toko-delta.blogspot.com

Archives

Postingan Populer

linkwithin

Related Posts with Thumbnails

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.