
New
York, Konseling seks memang diperlukan untuk menolong orang-orang yang
punya masalah dalam urusan seks. Tapi konseling seks yang berperan
sebagai Surrogate Sex Partner benar-benar mempraktikkan ilmunya ke
pasien.
Tugas seorang surrogate sex partner tak lain adalah
menjadi pasangan seks pengganti bagi orang-orang bermasalah dengan
kehidupan seksualnya.
Banyak hal yang diberikan seorang
surrogate sex partner kepada pasiennya, mulai dari konseling,
teknik-teknik pemijatan dan relaksasi, tantric sex (ajaran seks dari
agama Hindu) dan sebagainya.
Bahkan surrogate sex partner juga
dilatih untuk mengatasi berbagai gangguan seks seperti disfungsi ereksi
dan pemulihan kondisi mental korban pelecehan.
Hubungan seks
dengan pasien juga harus dilakukan jika memang dibutuhkan dalam program
terapinya. Untuk melindungi diri dari penularan berbagai jenis penyakit
kelamin, surrogate sex partner tak pernah lupa untuk menggunakan kondom
sebagai pengaman.
Pekerjaan sebagai surrogate sex partner
dilakoni pasangan suami istri asal AS yakni Sarah Moore, perempuan
berusia 39 tahun dan suaminya Geoff Daniels yang berusia 40 tahun.
Karena
pekerjaannya, seperti dilansir thesun, Rabu (1/12/2010) pasangan suami
istri ini telah tidur dengan 5.485 orang asing dalam 20 tahun terakhir.
Meski pasangannya tidur dengan orang lain, keduanya mengaku tidak ada
rasa cemburu.
Profesi surrogate sex partner sebetulnya tak
terlalu asing bahkan beberapa tradisi di Indonesia pada zaman dahulu
juga mengenalnya. Salah satunya seperti yang digambarkan dalam novel
trilogi Ronggeng Dukuh Paruk sebagai Srintil, seorang ronggeng muda
yang membantu anak laki-laki mengenal kehidupan seksual.
Namun
pasangan suami istri Sarah dan Geoff bukanlah ronggeng, keduanya adalah
surrogate sex partner profesional yang mempelajari konseling dan
surrogacy di New York University. Di kampus itu jugalah keduanya
bertemu saat masing-masing berusia 20 dan 21 tahun.
Tidak
tanggung-tanggung, dalam 20 tahun terakhir Sarah telah tidur dengan
3.323 pria, 52 di antaranya masih perjaka. Demikian juga dengan Geoff,
dalam kurun waktu tersebut ia telah tidur dengan 2.162 wanita dan
'membantu' memperawani 49 orang di antaranya.
Usia pasien yang
ditangani beragam mulai remaja hingga lanjut usia (lansia). Pasien
tertua yang pernah ditangai Geoff berusia 72 tahun dengan keluhan
libidonya menurun sedangkan yang termuda adalah gadis 19 tahun, korban
pelecehan yang depresi dan mengalami phobia terhadap segala hal yang
berhubungan dengan seks.
Pasien yang ditangani Sarah juga
memiliki usia dan latar belakang yang beragam, yang termuda adalah
perjaka berusia 19 tahun dengan keluhan memiliki phobia terhadap seks.
Sementara pasien tertua adalah kakek-kakek 76 tahun yang datang dengan
keluhan tidak bisa ereksi.
Dalam sehari Sarah dan Geoff
rata-rata melayani 5 pasien, masing-masing menjalani sesi terapi yang
berlangsung kurang lebih 2 jam. Tiap pasien umumnya menjalani terapi
selama 4-8 pekan, dengan ongkos yang tidak murah tentu saja yakni Rp
2,1 juta-4,2 juta untuk tiap sesi.
Label: http://beritahari-ini.blogspot.com/2010/12/aneh-konseling-sex-dengan-cara-praktek.html