toko-delta.blogspot.com

menu

instanx

Senin, 08 November 2010

Mengapa Obama Tetap Ingin Kunjungi Indonesia


Ada sejumlah agenda yang akan disampaikan AS dalam rencana kunjungan Obama ke Indonesia.
Jum'at, 29 Oktober 2010, 11:54 WIB
Renne R.A Kawilarang
VIVAnews - Untuk kali ketiga, Kantor Kepresidenan Amerika Serikat (AS) atau Gedung Putih mengumumkan kunjungan Barack Obama ke Indonesia. Dua jadwal sebelumnya, Maret dan Juni 2010, tidak terwujud sehingga kali ini Obama diharapkan bisa ke Indonesia tanpa halangan, yaitu pada 9-10 November 2010.

Demikian pejabat Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih, Ben Rhodes, saat mengumumkan jadwal kunjungan Obama, Kamis 28 Oktober 2010. "Sebagaimana anda tahu, kami ingin ke Indonesia pada tahun ini. Sayangnya, sudah dua kali jadwal kunjungan itu terhalang oleh situasi, sehingga Presiden kini sangat senang untuk berkesempatan pergi ke Indonesia," kata Rhodes dalam keterangan pers yang dimuat di laman Gedung Putih.

Pada bulan Maret, Obama membatalkan kedatangannya karena sedang mengusahakan pelolosan undang-undang kesehatan yang digagasnya. Pembatalan kedua terjadi tiga bulan kemudian saat Obama menghadapi masalah kebocoran sumur minyak milik perusahaan Inggris, BP, di Teluk Meksiko.

Namun, saat berpidato di hadapan para anggota Sidang Tahunan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di New York, 23 September 2010, Obama sudah bertekad untuk ke Indonesia akhir tahun ini.

Menurut Rhodes, kunjungan ke Indonesia tidak saja membawa dampak emosional bagi Obama, di mana dia pernah menghabiskan masa kecilnya di Jakarta selama 1967-1971. Indonesia, menurut Rhodes, menjadi mitra penting bagi AS di tingkat bilateral, regional dan multilateral.

Indonesia, bagi Rhodes, adalah negeri demokratis yang tengah bangkit sejak dekade terakhir dan merupakan negara berpenduduk Muslim terbanyak di dunia. "Maka, kami melihat Indonesia sebagai persimpangan dari banyak kepentingan kunci Amerika dan kami melihatnya sebagai suatu kemitraan yang sangat penting bagi masa depan kepentingan Amerika di Asia dan Dunia," kata Rhodes. 

Maka, saat bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Obama akan meresmikan Perjanjian Kemitraan Komprehensif AS dan Indonesia di berbagai bidang. "Perjanjian ini merupakan upaya untuk mempererat hubungan di bidang keamanan, politik, ekonomi, dan antarwarga. Kami juga akan umumkan rencana untuk meningkatkan bantuan pendidikan di Indonesia," kata Jeff Bader, pejabat Gedung Putih.

AS juga akan menjalin kerjasama dengan Indonesia dalam membantuk program perubahan iklim selama lima tahun. Dalam isu ini Indonesia dianggap sebagai pemimpin dari negara-negara berkembang. "Presiden Yudhyono mengambil posisi yang sangat agresif dalam pengurangan emisi [gas rumah kaca]," kata Bader.

Maka, selain dengan India, AS juga ingin membentuk kemitraan dengan Indonesia dalam pengembangan energi bersih. Kemitraan itu berupa investasi patungan atas proyek-proyek yang terkait dengan energi bersih dan perubahan iklim.

Bader juga mengungkapkan bahwa AS juga akan berkonsultasi secara dekat dengan Indonesia atas isu-isu lain, salah satunya isu nuklir Iran, di mana Indonesia punya pengaruh baik dengan negara yang bersengketa dengan AS itu. AS juga menganggap penting Indonesia dalam isu Laut China Selatan, anti terorisme dan Myanmar.(np)
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Demokrat Kalah di AS, Obama Tetap ke RI


Partai Demokrat gagal mempertahankan dominasi mereka di House of Representatives.
Kamis, 4 November 2010, 19:07 WIB
Ismoko Widjaya, Bayu Galih
Presiden Barack Obama (AP Photo/Chris Carlson)

VIVAnews - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menegaskan kekalahan partai Obama, Partai Demokrat, di parlemen Amerika Serikat tidak akan mempengaruhi kunjungan Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Obama dipastikan tetap datang sesuai jadwal yang direncanakan.

"Tidak (mempengaruhi), sama sekali tidak. Hubungan Indonesia-Amerika Serikat tidak akan terdampak perkembangan dalam negeri Amerika Serikat itu," kata Marty Natalegawa di Istana Presiden, Jakarta, 4 November 2010.

Partai Demokrat gagal mempertahankan dominasi mereka di House of Representatives (DPR) setelah mayoritas kandidat mereka dikalahkan Partai Republik dalam pemilu legislatif. Meski demikian, Partai Demokrat tetap unggul di Senat, walaupun dengan selisih tipis.

Marty menjelaskan, dalam kunjungannya nanti, Presiden Obama dan Presiden Yudhoyono akan membahas kerjasama komprehensif. Artinya, masalah-masalah yang dibahas bukan saja meliputi masalah politik dan keamanan "melainkan juga masalah ekonomi, perdagangan, investasi, hubungan antar masyarakat, kerjasama di bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan masalah kawasan."

Dalam kunjungan Presiden Obama selama dua hari di Indonesia, pada 9 dan 10 November mendatang, secara khusus akan dibahas peningkatan kerjasama di bidang pendidikan. Dalam 10 tahun terakhir, jumlah mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Amerika Serikat berkurang drastis.

"Dari 14 ribu menjadi 7 ribu. Kami mencoba akan mengatasi itu sehingga ada peluang besar bagi warga negara kita untuk studi di Amerika Serikat," ujar Marty.

Kunjungan Obama ini merupakan rangkaian lawatan presiden adikuasa itu selama sepuluh hari ke empat negara di Asia. Mulai 5 November, Obama akan melakukan kunjungan kenegaraan ke India, Indonesia, Korea Selatan, dan Jepang. (kd)
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

RI-AS Bahas Pengamanan Obama


Titik pengamanan hanya di wilayah Jakarta saja.
Senin, 1 November 2010, 14:14 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Bayu Galih
Presiden AS, Barack Obama, bersulang dalam penganugerahan Nobel Perdamaian (AP Photo/Susan Walsh)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Obama kembali menyatakan niatnya untuk berkunjung ke Indonesia setelah ada penundaan. TNI pun menyiapkan pengamanan untuk kedatangan orang nomor satu di negeri Paman Sam itu.

"Sekarang sedang dibicarakan antara Asisten Operasi kita dengan pihak Amerika," kata Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono di kantor Presiden, Senin 1 November 2010. Dia menjawab pertanyaan wartawan mengenai jumlah personil TNI yang akan diturunkan dalam pengamanan Obama selama ada di Indonesia.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa tim pengamanan dari RI berasal dari tim yang dulu sempat dibentuk namun kemudian dibekukan sementara karena penundaan kedatangan Obama. "Mereka diaktifkan kembali," kata dia.

Adapun titik pengamanan, kata dia, tidak sama dengan rencana kunjungan Juli lalu. "Dikurangi. Kalau dulu kan ada luar Jakarta. Sekarang hanya Jakarta," jawabnya.

Di lapangan, kata dia, pasukan pengamanan RI akan berkerja sama dengan tim pengaman asal Amerika Serikat. "Tapi, kan yang tahu wilayah, ya kita."
Jika tak ada halangan, Obama akan berada di Indonesia 9-10 November mendatang. Juru bicara AS mengungkapkan, kecil kemungkinan Obama bisa bernostalgia dengan masa kecilnya.
• VIVAnews

Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Obama Akan Naik Heli ke UI


Pihak UI sudah menyediakan tiga lokasi untuk pendaratan rombongan Obama.
Rabu, 3 November 2010, 00:57 WIB
Ismoko Widjaya, Sandy Adam Mahaputra
Susilo Bambang Yudhoyono & Barack Obama (Antara/ Reuters/ Jim Young)
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama direncanakan melakukan lawatan ke Universitas Indonesia (UI) untuk memberikan kuliah umum pada 10 November 2010. Tidak tanggung-tanggung, orang nomor satu di Amerika itu akan diangkut menggunakan helikopter untuk berangkat ke UI Depok.

"Rencananya Obama tidak akan melalui jalur darat melainkan menggunakan jalur udara. Informasinya rombongan akan menggunakan helikopter dan mendarat di UI," kata Kapolres Depok, Komisaris Besar Fery Abraham, di Jakarta, Selasa 2 November 2010.

Ia menyatakan, pihak UI sudah menyediakan tiga tempat untuk pendaratan rombongan Obama. Salah satunya di stadion UI dan di Jalan Boulevard yang berada di dalam komplek kampus.

Dalam kunjungan dua harinya itu, Presiden Amerika Serikat yang pernah tinggal di Indonesia itu dijadwalkan akan berada di UI untuk memberikan kuliah umum, tepatnya di gedung rektorat UI, selama tiga jam dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

Ferry mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan pasukan pengamanan di sekitar kampus UI. "Kami akan kerahkan 250 personel. Jumlah ini terdiri atas 160 personel kepolisian dan satu kompi pasukan Pengendali Massa (Dalmas)," ungkap dia.

Namun, bagaimana teknis pengamanan Obama, Ferry enggan menjelaskan. "Itu Paspamres dan Secret Service (SS) yang mengatur," ujarnya.

Dalam operasi khusus yang bersandikan 'Waskita' itu, pengamanan dipusatkan di sekitar kampus UI. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pengamanan dalam UI. "Kami hanya membantu melakukan pengamanan di ring dua saja," tuturnya. (art)
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Hasil Pemilu Tidak Ganggu Obama ke Jakarta


"Terlepas partai apa yang dominasi Kongres, politik luar negeri AS tidak berubah."
Rabu, 3 November 2010, 08:39 WIB
Renne R.A Kawilarang
VIVAnews - Rakyat Amerika Serikat (AS) hari ini menantikan hasil pemilihan umum (pemilu) paruh waktu, di mana para kandidat memperebutkan kursi-kursi wakil rakyat di Kongres - baik di Senat maupun DPR. Namun, apapun hasilnya tidak akan memberi pengaruh besar bagi politik luar negeri AS dan tidak mengganggu kunjungan Presiden Barack Obama ke Indonesia pekan depan.

Demikian menurut Duta Besar AS untuk Indonesia, Scot Marciel. "Pemilu paruh waktu ini merupakan ajang politik terbesar setelah pemilu Presiden dua tahun lalu. Ini akan menentukan pengaruh Partai Demokrat [yang sedang berkuasa] dan Partai Republik [yang beroposisi di Kongres]," kata Marciel di Jakarta saat memantau hasil pemilu paruh waktu yang ditayangkan langsung di stasiun televisi CNN, Rabu pagi 3 November 2010.

Menurut keterangan Kedubes AS, pemilu kali ini memperebutkan semua kursi di DPR dan sepertiga dari total kursi di Senat.  "Terlepas partai apa yang mendominasi Kongres, menurut saya pendekatan luar negeri AS, termasuk Indonesia, tidak berubah. Kami di Kedutaan Besar AS selama ini menjalankan kebijakan-kebijakan yang bipartisan [tidak berat sebelah ke salah satu partai]," kata Marciel.

Dia juga menegaskan apapun hasil pemilihan paruh waktu ini tidak akan mengubah jadwal kunjungan Obama ke Indonesia pekan depan. "Kami tetap menyambut dan menantikan kedatangan Presiden Obama, Insya Allah," kata Marciel.

Setelah dua kali batal, Obama direncanakan menyambangi Jakarta pada 9-10 November mendatang.  Tur Obama selama sepuluh hari dimulai 5 November mendatang ke empat negara Asia, yaitu India, Indonesia, Korea Selatan, dan Jepang.
• VIVAnews
Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Amankan Obama, Polri Kerahkan Densus 88


Densus 88 akan mengamankan jika ada ancaman teror saat Obama berada di Indonesia.
Rabu, 3 November 2010, 15:59 WIB
Ita Lismawati F. Malau, Eko Huda S
VIVAnews - Polri akan mengerahkan personil Detasemen Khusus 88 Antiteror untuk mengamankan kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Barrack Obama ke Indonesia. Jika tak ada hambatan, Obama akan berada di Indonesia pada 9-10 November mendatang.

"Densus 88 dalam rangka melakukan penyelidikan apabila ada gangguan dengan masalah teror," kata Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu 3 November 2010.

Namun demikian, dia mengaku sejauh ini belum ada laporan intelijen terkait ancaman teror dalam kunjungan Obama tersebut. "Kalau memang ada ancaman teror, Paspampres akan tahu," kata dia.

Iskandar juga mengaku belum tahu tempat-tempat yang akan dikunjungi oleh Obama. Pengamanan Polri, kata dia, akan mengikuti aturan dari Paspampres. "Objek-objek pengamanannya, kami ikuti Mabes TNI," kata dia.

Dia menambahkan pasukan pengamanan presiden AS, Secret Service (SS) telah terlebih dahulu tiba di Indonesia untuk memastikan pengamanan. Mereka sudah koordinasi dengan Paspampres.

Sebelumnya, Obama telah dua kali membatalkan rencana kunjungannya ke Indonesia. Pertama pada Maret lalu, Obama membatalkan rencana kunjungan karena harus menyelesaikan RUU Kesehatan yang sedang dibahas di Parlemen. Pada Juni, Obama kembali membatalkan kunjungannya karena sibuk menangani tumpahan minyak di Teluk Meksiko.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan Presiden Obama ke Asia dan dilakukan setelah kunjungan ke India dan sebelum bertandang ke Korea Selatan serta Jepang.

Agenda kegiatan Presiden Obama pada 9 November 2010 akan diawali dengan upacara penyambutan di Istana Merdeka, yang akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah AS. Obama juga dijadwalkan akan mengunjungi sejumlah tempat di Indonesia. (hs)
• VIVAnews Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

19.000 Polisi Dikerahkan Amankan Obama


Pengamanan Polri di wilayah ring tiga, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Rabu, 3 November 2010, 19:16 WIB
Ismoko Widjaya, Eko Huda S
Susilo Bambang Yudhoyono disambut Barack Obama di Pittsburgh, AS  
BERITA TERKAIT
VIVAnews - Polri akan mengerahkan sekitar 19.000 personelnya untuk mengamankan kunjungan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, pada 9-10 November mendatang. Mereka akan tergabung dalam operasi pengamanan dengan sandi 'Garda Nusa-2010' bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI).

"Untuk mengamankan kunjungan Presiden Obama, Polri beserta jajarannya bersama dengan TNI menggelar operasi yang akan dilaksanakan mulai H-2 sampai dengan H+2," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Iskandar Hasan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 3 November 2010.

Menurut dia, 19.000 personel itu berasal dari beberapa kekuatan. Sebanyak 8.534 personel berasal dari Polda Metro Jaya, yakni: 8.056 personel Polda Metro Jaya, 20 dari Satuan Anti Teror 81 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) 20 personel, 38 Paspampres, dan 409 Pengamanan Dalam.

Kekuatan itu masih didukung oleh aparat Polda dari wilayah sekitar, seperti Polda Jawa Barat yang mengerahkan 5.974 personel, Polda Banten 849 personel, dan Polda Jawa Tengah sebanyak 3.500 personel.

Tak hanya itu, untuk mendukung operasi pengamanan Obama, Mabes Polri juga mengerahkan Pasukan Huru-Hara (PHH) Brimob sebanyak 2 detasemen, pasukan penjinak bom 2 unit, polisi satwa 2 unit, dan polisi udara 2 unit.

"Sementara yang bersifat on call terdiri dari dua Satuan Setingkat Kompi (SSK) PHH Brimob dan 2 unit meriam air," kata Iskandar.

Menurut Iskandar, pengamanan polisi adalah di wilayah ring tiga. "Artinya, yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.," kata dia. "Ada di beberapa titik tapi belum tahu persis. Pastinya ke Istana, karena tamu negara pasti ke Istana." (kd)
• VIVAnews
Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

Jelang Obama Datang, Tak Ada Lagi Bus Kampus



Bagi pejalan kaki masih bisa masuk melalui Stasiun UI dan Stasiun Pondok Cina.
Senin, 8 November 2010, 10:10 WIB
Arry Anggadha
VIVAnews - Presiden Amerika Serikat, Barack Husein Obama, direncanakan akan mengunjungi Universitas Indonesia (UI) pada 10 November 2010. Dua hari menjelang kedatangan Obama, Kampus UI di Depok mulai dijaga ketat.

"Semua pintu akses masuk UI ditutup, hanya bisa masuk lewat Gerbatama (Gerbang Utama UI)," kata Muhajir, seorang mahasiswa FISIP UI, saat berbincang dengan VIVAnews, Senin 8 November 2010.

Pintu masuk yang biasa dipakai untuk jalan keluar masuk motor juga ditutup. Namun, bagi pejalan kaki masih bisa masuk melalui Stasiun UI dan Stasiun Pondok Cina.

Selain itu, terlihat pula penjagaan ketat dari polisi dan tentara yang membawa senjata lengkap. Namun, masih belum ada penyisiran dan pemeriksaan ketat terhadap kendaraan yang masuk.

M Rahmat Rawyani menambahkan, bus kuning juga tidak tampak mengitari kampus. "Di dalam kampus tidak ada ojek atau bus  kuning. Sekitar rektorat sudah dipasangi pagar besi setinggi dua meter. Tidak semua kendaraan bisa bebas masuk ke lingkungan rektorat," jelasnya.

Rencananya, panggung untuk Obama akan dipasang di lapangan antara Rektorat dan Balairung menghadap ke gedung BNI/Balaisidang. Saat ini, Balairung menjadi tempat basecampnya pihak keamanan. "Sudah ada polisi dan tentara berkeliaran di dalam kampus," jelasnya.
• VIVAnews Masukkan Data-Data Anda Di Bawah! Dapatkan Petuah Sukses Secara Berkala - Selamanya GRATIS! :-)

Name:
Email:

toko-delta.blogspot.com

Archives

Postingan Populer

linkwithin

Related Posts with Thumbnails

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.