toko-delta.blogspot.com

menu

instanx

Selasa, 04 November 2008

SUN YAT SEN NAIK KAPAL

Oleh: Sansulung John Sum


Aki Soerjo belum lahir ketika sampan itu sudah mulai bertugas melakukan kesibukan pentingnya. Ya, beliau baru lahir ketika ketinting, sebutan orang Kalimantan untuk sampan, itu mulai menua. Berbagai tambalan terlihat menutupi bekas-bekas lubang. Riak dan ombak tak cuma sekali duakali membuat ketinting itu sempoyongan. Begitu pun, ketinting tua itu masih mengemban tugas yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Tak banyak orang dari orang banyak itu, apalagi riak dan ombak, yang peduli sampai kapan sampan tua itu akan sanggup menunaikan tugasnya.

Sementara itu di belahan dunia lain, di dek sebuah kapal terpampang jelas larangan meludah sembarangan. Phuii! Ada saja penumpang yang tidak mengindahkannya. Suatu waktu, Sun Yat Sen naik kapal itu. Kejadian itu, yang mungkin merupakan pemandangan yang lumrah bagi orang-orang kapal, juga terlihat oleh Dr Sun. Phuii! Spontan, Dr Sun mengeluarkan saputangannya dan menyeka air ludah yang masih hangat di lantai dek itu.

Duapuluh tahun yang lalu, saat pembukaan Dunia Fantasi Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta, sebuah kejadian kecil menarik perhatian wartawan media massa nasional. Dilaporkan, seusai acara pembukaan, Ir Ciputra turut berkeliling di arena proyek yang dibangun dalam pimpinannya tersebut. Tatkala melihat sehelai sampah tergolek di jalan di dalam arena beragam wahana tersebut, serta merta Pak Ci memungutnya sendiri, bukannya menyuruh petugas kebersihan. Perbuatan ini menjadi menarik karena sangat kontras dengan situasi di tahun 1985 itu, ketika Jakarta masih dikenal sebagai megakampung yang warganya acuh tak acuh soal membuang sampah.

“Jauhkan ego Anda dari posisi Anda, sehingga ketika posisi Anda jatuh, ego Anda tidak ikut jatuh,” begitu kata Jenderal Colin Powell. Tak sulit bagi kita untuk memastikan bahwa kearifan seperti ini pula yang dianut oleh Dr Sun dan Ir Ci, sehingga tidak ada sedikit pun rasa terpaksa atau kuatir akan terhina ketika mereka melakukan hal-hal di atas. Bahkan bukan cuma itu, sebagai kelompok great leaders yang berkompetensi mumpuniah, mereka pun bersikap sebagai compassionate leaders yang sanggup menunjukkan kepedulian sanubariah dengan pendekatan holistik-ekologi.

Suara Visionari dan Sanubari
Tahun 2005, dunia memiliki seorang paus baru, yaitu Benedictus XVI, sebagai pemimpin umat Katolik yang kini jumlahnya lebih kurang 1 milyar orang di seluruh penjuru bumi! Sejak dahulu, seorang paus memposisikan dirinya sebagai pelayan dari para pelayan Tuhan, servus servorum Dei. Sebuah positioning dengan pendekatan compassionate leadership yang khas dan berhasil karena menyentuh inti dari makna hakiki kepemimpinan itu sendiri. Seperti kata Robert K. Greenleaf, “The great leader is seen as servant first.” Pengajar di Harvard Business School yang mantan eksekutif AT&T ini menambahkan, “And that simple fact is the key to his greatness.”

Jack Welch, mantan CEO General Electric yang tersohor, seringkali membuat catatan tulisan tangan yang menjadi inspirasi bagi para manajernya, dan untuk menunjukkan dukungan serta empati mengenai masalah mereka. Untuk “merasakan” kehidupan perusahaan, para eksekutif puncak sejak dulu telah menyadari kebutuhan untuk turba (turun ke bawah). Namun, kini bukan hanya turba yang dibutuhkan, tetapi turbu (turun ke bumi). Perhatian yang dynamic interplay diberikan kepada kehidupan perusahaan sekaligus juga kepada kehidupan lingkungan luar perusahaan.

Sehingga, karyawan tidak lagi hanya dipandang sebagai warga perusahaan atau alat produksi semata, tetapi juga sebagai warga masyarakat yang pantas menjadi salah satu sasaran program penerapan konsep Corporate Social Responsibility sehingga dapat sekaligus menjadi “duta” perusahaan bagi pembangunan masyarakat. Hal ini memperlihatkan bahwa pendekatan holistik-ekologi kini juga mempengaruhi teori manajemen, agar memiliki wawasan dan sasaran yang lebih luas dan selalu mempertanyakan sasaran yang telah ditentukan.

Para visionaris sejati memahami dan selalu siap mengantisipasi perubahan yang bakal terjadi. Para pemimpin sanubariah (conscious leaders) memiliki potensi terbesar untuk visionary insight dan untuk action! Para pemimpin sanubariah selalu memiliki motivasi moral dan etikal untuk melakukan apa yang benar bagi kebaikan bersama. Baik bagi perusahaan (profit), baik bagi orang-orang (people), dan baik bagi bumi (planet) ini.

Bukankah kita bersama seluruh insan sedang menaiki kapal tua yang sama ini, yang bernama buwana, earth, atau bumi, yang telah menua jauh sebelum lahirnya generasi kita ini, Sun Yat Sen, ataupun Aki Soerjo.

* Sansulung John Sum, Penulis Buku “Awaking The Excellent Habit, Memberdayakan Akal-Budi untuk Sukses bersama: Abdullah Gymnastiar, Andrias Harefa, Andrie Wongso”. Artikel ini pernah dimuat di majalah ExecutiveFocus, Juni 2005

HIPNOTERAPI UNTUK ATASI PROBLEM PSIKIS

Oleh: Yus Santos

Sejak tampilnya hypnosis di acara TV kontan ada banyak respon positif terhadap hypnosis. Meskipun masih ada tanda tanya bagaimana bisa orang dibuat lucu lucu seperti telpon memakai sepatu atau orang langsung berjoget ketika ketika mendengar musik dangdut. Itulah stage hypnotism atau hipnotis untuk hiburan. Faktanya adalah sangat berbeda dengan hipnoterapi atau hipnotis untuk penyembuhan. Kalau hipnotis untuk hiburan seperti disaksikan di TV, menekankan bahwa subjek hipnotis (yang dihipnotis) memang sebelumnya mau kerjasama untuk tampil di TV guna menghibur. Kata kuncinya adalah mau bekerjasama, alias dipersiapkan dahulu sebelum ditayangkan di TV.

Sejarah Hypnotherapy
Sedang hipnoterapi adalah ilmu hipnotis yang digunakan untuk pengobatan. Hynoterapy telah melalui perjalanan panjang dalam kasanah ilmiah barat. Mulai dari Anton Mesmer(1734-1815) seorang dokter asal Austria yang menggunakan hipnotis untuk menyembuhkan pasiennya dan cara yang digunakan Anton Mesmer dikenal dengan Mesmerisme. Sedangkan istilah hipnosis diciptakan oleh James Braid (1795-1860) seorang dokter asal Skotlandia dan mulailah hipnosis diterima sebagai ilmu pengetahuan dan metode terapi di Eropa. Beberapa tokoh besar yang menggunaan dan mengembangkan hipnoterapi adalah Jean Charcot neurolog asal Prancis, Sigmnd Freud, Milton Ericshon dan di Amerika sendiri sejak tahun 1950-an hipnoterapi diterima sebagai pengobatan secara resmi dan diajarkan di berbagai peruguran tinggi top. Sedang di Indonesia banyak psikiater (dokter ahli jiwa) menggunakan hipnoterapy sebagai salah satu metode terapi.

Gendam bukan Hypnotis
Namun tak dipungkiri ada salah kaprah di masyarakat kita bahwa hipnosis identik dengan gendam dengan atribut berbagai penipuan yang bersifat kriminal. Seperti di towel maka orang langsung linglung dan menyerahkan segala harta bendanya. Sekali lagi itu itu bukan hipnotism. Karena hal dasar dari hipnotis adalah yang subjek dengan sadar mau bekerja sama dengan hipnotist(penghipnotis) untuk melakukan proses hipnotis. Tanpa kemauan subjek, proses hipnosis tidak terjadi. Sedangkan gendam jelas sang korban tidak mau digendam namun tetap bisa digendam. Itulah beda hipnotis dan gendam. Beda lain hipnosis akan buyar artinya subjek akan menolak jika disuruh melakukan hal hal yang tidak sesuai dengan nilai nilai yang dianutnya, artinya subjek akan menolak jika disuruh berbuat jahat.

Apakah hipnosis itu? Meski ada banyak definisi tentang hypnosis, namun kesemuanya memilii benang merah arti yaitu:
• Proses Psikologis yang menciptakan hasil Fisiologis
• Proses yang diterima oleh pikiran yang tidak menganalisa
• Keadaan natural yang dialami setiap manusia
• Sebuah alat untuk memfasilitasi perubahan
• Saat Brainwave pikiran kita berada di Alpha, Theta

Sedangkan ada beberapa mitos yang keliru tentang hipnosis, mitos ini tidak benar dan perlu diluruskan. Mitos mitos itu adalah hipnosis adalah bentuk penguasaan pikiran, jelas pandangan ini tidak benar . Walau masuk dalam alam bawah sadar namun subjek masih bisa mengendalikan penuh terhadap dirinya sendiri, dengan kata lain jika subjek menolak dihipnosis maka hipnotist tidak bisa menghipnotis subjek. Pandangan keliru lainnya adalah hipnosisadalah praktek supra natural atau klenik ini salah besar, karena hipnosis adalah proses ilmiah yang merupakan ilmu dan seni komunikasi bawah sadar, atau seni komunikasi antara hipnotist dan subjek hipnosis. Jika komunikasinya tidak bagus maka proses hipnosis juga tidak terjadi.

Aplikasi Hipnoterapi dan Hipnosex.
Hipnoterapi secara ilmiah telah diselidiki dan diriset di pusat pusat riset dunia sehingga sudah diterima di USA sebagai pengobatan resmi. Sebagai terapi atau pengobatan hipnoterapi manjur untuk mengatasi segala macam phobia, alias ketakutan tidak rasional terhadap suatu objek tertentu seperti takut ketinggian, takut ruang gelap takut binatang tertentu dengan metode hipnosis phobia ini dapat dihilangkan dan prosesnya jauh lebih cepat dibandingkan metode terapi medis obat obatan.juga efektif untuk mengatasi gangguan penggunakan obat obatan drugs addiction (Narkoba) menghentikan kebiasaan buruk, menghentikan rokok seketika, juga insomnia alias sulit tidak. Selain itu hipnoterapi juga bisa membantu mengatasi berbagai penyakit serius seperi cemas alias neurosa berkepanjangan, gangguan belajar dan sulit konsentrasi pada anak dan remaja, gangguan nyeri, obsesif compulsive disorder (OCD), trauma, tidak percaya diri, stress berkepanjangan.

Selain terapi umum seperti di atas sekarang yang sekarang ngetren adalah hipnosex yaitu aplikasi hipnoterapi untk mengatasi berbagai problem seksual, clien yang datang ke tempat kami kebanyakan adalah masalah ejakulasi dini bahkan sampai disfunction ereksi alias loyo sebelum bertempur. Selain itu ada juga masalah gangguan libido alias gairah seksual yang menurun biasanya pada wanita sampai frigiditas. Namun hipnoseksual juga bisa mengatasi berbagai masalah dalam keluarga seperti bagaimana mengeliminasi ketagihan jajan di luar rumah alias extra marital sex. Nah caranya adalah dengan terapi perkawinan, bagaimana menghidupkan berbagai fantasi seksual dan membangkitkan aroma cinta yang mendalam. Beberapa pengakuan clien yang mengikuti terapi hipnosex merasakan sensasi luar biasa dalam hubungan keluarga. Sangat mesra kayak pas pacaran dan manten anyar. Selain itu sebagaimana ditulis di majalah intisari hipnoseks juga bisa digunakan untuk menambah area sensitif bagi pria dan wanita , seolah olah g-spot bisa ditambah di area lain diluar area kelamin. Hipno seks memang metode hipnoterapi yang digunakan untuk keharmonisan rumah tangga.

Aplikasi lain adalah untuk goal setting dan motivasi marketing dan sport. Kenapa ? sejak NLP (Neuro Languistic Programming) sebagai ilmu keunggulan manusia dikembangkan di Amerika. Ternyata digabungkan dengan hipnoterapi hasilnya luar biasa. Kami di Life Management Institute mengembangkan dua metode tersebut guna memberikan trainning maupun workshop berbagai perusahaan yang terakhir di dealer HONDA trenggalek dengan menggabungkan dua hal ini ternyata hasilnya sangat optimal penjualan langsung meningkat pesat. Kenapa? Karena model training yang menggabungkan NLP dan Hipnoterapy menjadikan peserta bisa membongkar mental blok ketakutan pada diri sendiri dengan cara berjalan di atas api tanpa trik tanpa magic. Nah workshop serupa juga kami berikan untuk public.

Tip Memilih Hipnoterapist
Nah bagaimana kalau Anda ingin berobat dengan metode hipnoterapi? Pilihlah hipnoterapist yang capabel, tanyakan sertifikasinya dari mana? pengalaman yang sudah bagaimana? Jangan sampai Anda tertipu dengan hipnoterapist yang hanya belajarhipnoterapi dalam kursus satu hari sudah berapi praktek. Karena kedalaman hipnoterapi sangat luas ilmunya sangat banyak dan tidak mungkin menjadi seorang ahli hipnoterapi dalam satu hari belajar.

Yus Santos, MM CHt, Alumni Pembelajar Writer School ”Cara Gampang Menulis Artikel dan Buku Best-Seller batch VI”, Chairman dari Alfa-Omega NLP-Hypnocenter Center, sekaligus Hypno Trainer dan Firewalking Couch

BERTERIAK DALAM KETENANGAN

Oleh: Endra Handiyana

Sudah ribuan kilometer jalan yang saya lalui, ribuan liter udara yang saya hirup, ribuan galon air yang saya minum, ribuan ton makanan yang sudah saya makan, ribuan orang yang sudah sempat saya kenal serta ribuan masalah yang sempat saya hadapi. Terlepas dari apa yang sudah pernah saya alami dan apa yang telah saya dapatkan, dalam perjalanan yang begitu jauh hanya ketenanganlah yang sebenarnya saya cari. Mungkin juga Anda, mencari sebuah ketenangan dalam setiap detik yang Anda lalui, bukannya sebuah kesedihan atau sebuah kegelisahan yang walaupun hanya sekilas sempat mengganggu ketenangan Anda. Ketenangan yang akan membawa kepada sebuah kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan.

Dalam parameter masing-masing individu, setiap orang dari kita pasti akan mempunyai arti ketenangan yang berbeda-beda. Begitu juga adanya kondisi tertentu yang akan lebih meyakinkan arti ketenangan tersebut. Tenang, bahagia, nyaman dan damai. Mungkin sederetan keadaan tersebut juga akan menyertai kemanapun kita melangkahkan kaki jika ketenangan tersebut sudah dapat kita genggam dengan baik. Sebaliknya sedih, gelisah, resah serta kesengsaraan adalah sederetan keadaan yang tentunya sangat tidak kita harapkan untuk hadir daam kehidupan kita.

Tentu saja dalam sebuah ketenangan kita akan mendapatkan yang namanya kenyamanan. Tenang dan nyaman dalam berfikir, merencanakan, bertindak, serta mengevaluasi apa yang sudah kita laksanakan untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Andaikan saja setiap detik yang kita lalui selalu berada dalam ladang area ketenangan, semestinya kita akan menjadi seorang yang sangat beruntung, bisa menikmati kehidupan dalam segala hal yang berkecukupan. Karena sudah pasti Anda tahu bahwa satu detik adalah sangat berharga dan tak akan pernah terulang kembali.

Akan tetapi, perlu dipertanyakan lagi apakah perasaan yang tenang tersebut akan selalu memberikan suatu kedamaian? Akankah semua itu akan membuat kita manjadi lebih maju? Apakah ketenangan akan memberikan keberuntungan yang lebih banyak buat kita. Ataukah ketenangan hanya akan mengahadirkan keterpurukan? Pertanyaan yang memang sangat kontroversial yang seharusnya kita bisa menemukan jawabannya. Meskipun jawabannya berbeda, namun tidak menjadikan masalah karena bisa jadi apapun jawabannya tetap saja memiliki arti yang benar dalam memaknainya. Kebenaran dari jawaban tersebut adalah relatif berdasarkan arti pemaknaan masing-masing individu.

Sulit memang untuk menemukan secara pasti arti dari sebuah ketenangan. Hal ini terjadi karena manusia adalah seorang pribadi yang unik. Beragam keunikan yang dimiliki oleh setiap manusia yang mempunyai berjuta rasa namun tetap dalam satu wujud tubuh yang ada. Dengan keunikan yang dimilikinya, mengakibatkna persepsi akan ketenangan menjadi berbeda-beda. Jika ada seribu manusia orang yang ditanyai mengenai arti ketenangan ini, bisa jadi ada seribu satu arti ketengan yang kita dapatkan.

Seperti diungkapkan oleh teman saya, Sigid, "Saya akan merasakan tenang kalau dapat menyelesaikan pekerjaan dengan tuntas tas tas....", sergap Sigid saat saya tanya mengenai arti sebuah ketenangan. Dia menganggap bahwa sebuah pekerjaan seberat apapun adalah sebuah tantangan yang harus diselesaikan sampai tuntas sebenar-benarnya. Tak ada kata ampun ataupun menyerah dalam menyelesaikan tantangan tersebut. "Ibaratnya seperti saat Anda setelah seharian melaksanakan puasa kemudian tiba waktu untuk melakukan buka puasa, ada sebuah tantangan untuk menghabiskan makanan yang sudah tersedia dui atas meja", tambah Sigid dengan berapi-api. Sebuah akhir yang indah dari sebuah tantangan. Bukankah sebuah kepuasan tersendiri jika tantangan tersebut dapat terselesaikan.

"Ketenangan adalah sebuah anugrah terindah yang tak bisa dinilai oleh apapun", sanggah Bambang yang sedang berada di dekat Sigid. Menurut dia, tanpa adanya ketenangan segala sesuatu tak pernah terasa nyaman untuk dijalankan, termasuk hal yang kecil sekalipun. Ibaratnya seperti memasukkan benang ke dalam lubang jarum, tanpa adanya ketenangan malah akan semakin menyulitkan. Memang benar sih tenang adalah sesuatu yang indah. Namun ada kalanya sesuatu yang tenang itu menghanyutkan. Lihat saja air sungai mengalir pada bidang yang sangat luas. Dari atas akan tampak sangat tenang, namun dibawah permukaan air akan sangat deras aliran airnya dan bisa saja menghanyutkan jika Anda coba-coba untuk melewatinya.

Di lain pihak, adanya ketenangan justru akan membuat sesuatu menjadi tidak menarik. Silahkan amati jika Anda berkunjung untuk rekreasi ke pantai. Jika air pantai terlihat tenang tanpa adanya ombak, maka pantai tersebut tidak menjadi indah lagi. Sebuah pantai akan dinilai indah jika memilik ombak dan pemAndangan yang sangat memukau, pasir yang berkilau serta gemuruh ombak yang menerpa karang. Benar-benar suara alam yang sangat menakjubkan.

Lantas buat apa kita harus berteriak dalam kondisi tenang? Bukankah hal tersebut hanya kan membuat suasana menjadi gaduh? Atau bahkan bisa jadi dimarahi oleh orang-orang yang merasa terganggu dengan teriakan kita. Tenang saja, Anda jangan curiga dulu kepada saya. Saya bukannya menyuruh Anda untuk berbuat onar, namun malah sebaliknya. Membuat sebuah ketenangan menjadi suatu gejolak yang bisa menjadikan segalanya lebih tenang lagi. Anda bingung? Kalau bingung silahkan terus ikuti apa yang saya maksudkan.

Saat Anda berada dalam suatu kondisi yang sangat tenang dan nyaman, maka berontaklah. Berteriaklah sekeras-kerasnya untuk keluar dari kondisi tersebut. Semakin tenang kondisi Anda, maka Anda akan semakin terlena. Terlena dari pergerakan rekan-rekan Anda yang bisa jadi lebih cepat. Terlena akan perkembangan di luar sana yang sangat tidak Anda sadari. Terlena akan perbaikan yang sudah dilakukan oleh rekan-rekan Anda sehingga dengan mudah dapat menyalip Anda dalam sekejap. Dengan berteriak lantang didalam ketenangan, maka rasa ketidakpuasan akan selalui menghantui Anda dan mendorong Anda untuk selalu berubah. Memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk terus berjalan dan berjalan mendapatkan apa yang lebih baik. Ingat kata pepatah, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan esok harus lebih baik dari hari ini. Jadi tidak ada puncak kenyamanan yang sesungguhnya. Semakin Anda merasakan ketenangan, maka semakin Anda akan terbawa kepada keterpurukan karena proses berpikir kita akan menjadi stagnan dan tidak berkembang.

Rasa ketidakpuasan untuk berada dalam kondisi nyaman selalu akan disertai teriakan yang lantang oleh diri Anda. Keberanian untuk berteriak tersebut yang sangat kita perlukan. Jangan pernah merasa ragu untuk melangkah. Selalu berubah dan berubah selalu dalam setiap hal yang kita miliki. Karena sesungguhnya yang tidak mau berubah adalah perubahan itu sendiri. Dia akan selalu ada dan terus berubah. Kalau kita tidak mau mengikuti irama perubahan tersebut, maka kitalah yang akan terlindas oleh perubahan itu.

Pertanyaannya, apakah Anda akan berontak untuk berteriak dalam ketenangan ataukah malah akan terhanyut dalam ketenangan sesaat? Tepat sekali. Anda akan berubah kalau jawaban Anda "berteriak". Teriakan yang kuat akan mengarahkan semangat yang tersimpan dalam frekuensi suara tersebut tergerak mengikuti keinginan Anda. Teriakan yang akan memberikan motivasi tersendiri, mengalirkan energi yang lebih dalam peredaran darah dalam otot Anda. Teriakan yang lantang akan mengubah perjalanan hidup Anda ke dalam area kesuksesan Anda.

"Saya teriak, maka saya ada", sahut Rudi teman saya yang sempat mendengarkan ungkapan perasaan saya. Dengan berteriak sekencang-kencangnya maka semua energi yang kita punya akan keluar menemukan jalannya sendiri-sendiri. Energi tersebut akan membentuk partikel quantum dan membawa Anda pada lompatan terjauh Anda.

Dengan adanya teriakan, maka akan ada tindakan untuk mewujudkan perubahan tersebut. Bertindak melawan arus ketenangan yang ada dalam diri kita masing-masing. Tidak ada seorang yang sukses dengan hanya berbekal berdiam diri dalam ketenangan. Seorang yang sukses adalah akan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah dia hasilkan. Akibatnya pergerakan pikiran, rencana dan tindakan akan selalu mengikuti perubahan sang waktu. Mereka tidak pernah mau untuk tinggal diam. Selalu bertindak dan melakukan perbaikan dalam segala hal. Berubah untuk selalu menjadi yang lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi. Berusaha untuk menjadi lebih baik dari yang terbaik.

Bagaimana dengan Anda? Sudah siapkah Anda untuk melakukan teriakan dalam ketenangan?

Endra Handiyana, Alumni Pembelajar Writer School ”Cara Gampang Menulis Artikel dan Buku Best-Seller batch V”, Site Technical Development PT PAMAPERSADA NUSANTARA

KEKUATAN TRUST

Oleh: Syahril Syam

Pada tahun 1957, Mr. Wright menderita limfosarkoma tahap lanjut. Ia mengalami penyakit tumor, dimana tumor-tumor sebesar jeruk mengelilingi leher, ketiak, lipatan paha, dada, dan rongga perutnya. Bahkan limpa serta hatinya membesar luar biasa. Saluran getah bening di daerah dada membengkak, dan satu hingga dua liter cairan kental harus disedot dari dadanya setiap hari. Semua pengobatan yang dijalaninya samasekali tak membuahkan hasil.

Suatu ketika Mr. Wright mendengar ada obat baru yang disebut dengan Krebiozen. Obat ini akan dievaluasi di klinik tempat ia dirawat. Mr. Wright kemudian meminta para dokter untuk memberikannya suntikan obat tersebut, walau sebenarnya obat tersebut akan di uji cobakan kepada pasien yang harapan hidupnya sekurang-kurangnya 3 bulan dan lebih bagus lagi kalau 6 bulan. Dengan sedikit memohon akhirnya Mr. Wright mendapatkan satu suntikan obat tersebut. Psikolog Bruno Klopfer memutuskan memberikannya satu suntikan pada hari Jumat, sambil berpikir bahwa ia toh akan mati pada hari Senin.

Namun perkiraan Klopfer keliru, secara menakjubkan Mr. Wright yang awalnya merasakan napasnya terengah-engah, amat lemah, dan badannya kaku; sekarang Mr. Wright tengah berjalan-jalan mengelilingi bangsal dan mengobrol riang dengan para perawat. Pasien lain yang diberikan Krebiozen samasekali tidak mengalami perubahan bahkan ada yang kondisinya semakin memburuk. Hanya Mr. Wright ini yang mengalami kesembuhan yang luar biasa. Tumornya mulai berangsur-angsur menghilang, dan dalam waktu 10 hari Mr. Wright sudah diperbolehkan meninggalkan klinik.

Sekitar dua bulan kemudian sejak Mr. Wright meninggalkan klinik tempat ia dirawat, muncul laporan-laporan di koran-koran bahwa percobaan Krebiozen yang dilakukan di klinik-klinik yang lain tidak membuahkan hasil samasekali. Obat tersebut ternyata tidak ampuh. Mr. Wright mendengar berita tersebut dan kembali ia diliputi kecemasan. Setelah mengalami masa sehat selama dua bulan, akhirnya Mr. Wright jatuh sakit kembali ke kondisi semula setelah mendengar berita tersebut dan merasa tidak memiliki harapan hidup lagi.

Tapi kali ini Klopfer mencoba untuk melihat sejauh mana kepercayaan Mr. Wright dalam menyembuhkan dirinya sendiri. Ia memberitahu Mr. Wright bahwa ternyata Krebiozen tersebut sangat menjanjikan, tetapi pengiriman awal obat tersebut menyebabkan kualitasnya memburuk. Klopfer mengatakan bahwa ada produk baru Krebiozen yang memiliki kekuatan dua kali lipat yang akan datang besok pagi.

Mr. Wright ketika mendengar berita ini menjadi sangat gembira dan penuh antusias. Akhirnya Mr. Wright mendapatkan suntikan obat tersebut. Tapi kali ini tanpa sepengatahuannya, obat yang disuntikkan tersebut hanyalah air biasa saja. Setelah disuntik Mr. Wright mengalami kesembuhan yang lebih dramatis lagi dari kesembuhannya yang pertama. Ia menjalani sesi penyuntikkan rutin, dan selama dua bulan Mr. Wright tidak mengalami gejala tumor yang dideritanya selama ini. Ia mengalami kesembuhan untuk yang kedua kalinya.

Namun ternyata, muncul lagi laporan – dan kali ini laporan resmi dari lembaga kesehatan – bahwa Krebiozen samasekali tidak berharga dalam menyembuhkan kanker. Beberapa hari setelah Mr. Wright mendengar laporan tersebut, untuk kedua kalinya ia jatuh sakit lagi dan kali ini ia berada dalam kondisi yang sangat parah. Keyakinannya benar-benar sirna. Harapan hidupnya telah memudar, dan Mr. Wright kemudian meninggal dalam waktu kurang dari dua hari. Seperti halnya Mr. Wright, setiap orang memiliki harapan selama ia betul-betul percaya dan meyakini harapan tersebut akan muncul; dan setiap orang akan selalu dirundung masalah jika ia percaya bahwa harapan tersebut telah sirna.

Syahril Syam adalah seorang konsultan, terapis, public speaker, dan seorang sahabat yang senantiasa membuka diri untuk berbagi dengan siapa pun. Ia memadukan kearifan hikmah (filsafat) timur dan kebijaksanaan kuno dari berbagai sumber dengan pengetahuan mutakhir dari dunia barat. Teman-temannya sering memanggilnya sebagai Mind Programmer, dan dapat dihubungi melalui ril_faqir@yahoo.com

SALAH SATU PENGHAMBAT KESUKSESAN

Oleh: Agus Riyanto

Dalam kehidupan sehari-hari, sering kali kita mengalami perasaan ragu yang membuat keyakinan kita akan apa yang sedang kita usahakan menjadi goyah. Perasaan ragu tersebut biasanya muncul ketika kita memutuskan suatu langkah yang cukup beresiko terhadap masa depan. Apa saya bisa berhasil ya? Pertanyaan ini kadang muncul melihat realita bahwa ternyata segala sesuatu yang kita inginkan tidaklah mudah kita wujudkan. Banyak kendala yang tiba-tiba datang di saat-saat keyakinan kita juga diuji.

Sesungguhnya keragu-raguan ini sangat berbahaya karena selain mengikis semangat kita, juga bisa menarik hal-hal tidak diinginkan yang kita takutkan menjadi kenyataan sebagaimana cara kerja hukum tarik-menarik (Law of Attraction). Apa yang kita takutkan benar-benar terjadi karena pikiran kita secara tidak kita sadari memikirkan dan menarik ketakutan-ketakutan itu menjadi kenyataan dalam hidup kita. Hal ini merupakan faktor dari dalam diri yang harus kita waspadai, jangan sampai target keberhasilan kita rusak karena perasaan ragu yang seringnya tidak beralasan.

Rasa cemas, waswas, ragu dan sejenisnya menjadi musuh keyakinan diri. Jika kita yakin akan berhasil dalam apa pun bidang yang sedang kita geluti, maka keraguan untuk berhasil menjadi musuh utamanya. Keyakinan diri harus kita pupuk dan keraguan yang tidak beralasan tersebut harus kita musnahkan jika tidak ingin energi kita tersedot oleh rasa waswas / keraguan tersebut.

Semua pekerjaan mengandung resiko dan pengorbahan. Kalau hasil akhir yang kita inginkan adalah hasil yang cemerlang, maka yang perlu kita tanamkan ke dalam diri kita adalah perasaan yakin akan berhasil. Jadi, tidak hanya sekedar positive thinking, tapi juga positive feeling.

Apa pun kendala yang mungkin menghadang akan bisa kita hadapi tatkala kita bersedia untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menghadapi resiko yang akan muncul. Meskipun mungkin ada faktor-faktor penghambat di luar kendali yang bisa saja menghadang, dengan adanya kepercayaan diri yang tinggi membuat kita bisa segera menguasai keadaan di saat kegagalan terjadi.

Penghambat kesuksesan seseorang sejatinya ada pada diri orang tersebut. Faktor internal menjadi sumber utama kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam kehidupannya. Ini lebih pada sikap seseorang dalam menghadapi suatu situasi yang sulit yang di dalamnya sebuah emosi bicara dengan keras. Emosi yang terpancar ini menjadi cerminan konsep diri yang mendasari setiap keputusan dan tindakannya. Ada orang yang positif dan punya kepercayaan diri kuat; konsep dirinya bagus. Ada juga orang yang pesimis dan kurang percaya diri dalam menghadapi suatu situasi yang menantang sehingga kemajuan tidak bisa ia raih. Dengan kata lain ia stagnant, terhenti--tidak ke mana-mana. Ini karena konsep diri atau pandangan seseorang tentang dirinya sendiri negatif; menganggap diri sendiri tidak mampu atau tidak punya keyakinan akan berhasil. Jadi, belum apa-apa dia sudah ragu dengan kemampuan dirinya sendiri. Kalau sudah demikian, siapa yang akan mempercayainya?

Rasa yakin akan berhasil (optimis) pun harus realistis karena kita tidak bisa memastikan 100% akan berhasil dalam hal apa pun yang sedang kita ikhtiarkan, karena banyak faktor di luar diri kita yang bisa saja terjadi. Namun yang pasti, tanpa rasa optimis bisa dipastikan keberhasilan itu peluangnya kecil. Keyakinan dan keraguan adalah dua hal yang saling meniadakan. Jika kita lebih memihak kepada rasa "yakin" maka secara otomatis rasa "ragu" akan pergi. Begitu juga sebaliknya. Bedanya jika kita berpihak pada rasa "ragu" maka yang namanya keberhasilan akan semakin jauh dari kenyataan.

Seorang lifter sebelum bertanding sudah ragu akankah ia dapat mengangkat barbel seberat 1 kwintal maka bisa dipastikan ia akan gagal. Seorang sales, baru saja keluar kantor sudah ragu akankah ia bisa menjual produk yang ada padanya, bisa dipastikan seharian ia tidak akan menjual satu pun produknya. Demikian juga seorang pencari kerja, belum apa-apa sudah ragu apakah ia akan diterima dari sekian banyak pelamar yang mendaftar; kemungkinan besar ia akan tidak diterima.

Untuk itu, jika kita tidak ingin gagal terus-terusan, sebaiknya kita musnahkan segala bentuk keraguan sebelum kita memutuskan sesuatu yang menentukan hidup kjta ke depan karena keraguan adalah salah satu penghambat kesuksesan yang perlu kita waspadai. Jika dihubungkan dengan keyakinan kita kepada Tuhan, perasaan ragu justru akan menjauhkan datangnya pertolongan-Nya. Ini terjadi sejalan dengan apa yang pernah Allah SWT firmankan dalam sebuah hadist Qudsi yang artinya, "Aku menurut persangkaan hamba-Ku kepada-Ku." Kalau kita ragu itu berarti kita tidak meyakini akan datangnya pertolongan Allah SWT sehingga jangan disesali jika akhirnya kita gagal.

Agus Riyanto, Penulis buku "Born To Be A Champion", bisa dihubungi melalui webblog http://agusriyanto.wordpress.com atau email: agus4ever@gmail.com

SENI BUDAYA DAN TRADISI LUHUR

Oleh: Joshua W. Utomo

Salah satu seni-budaya warisan nenek moyang kita yang dulu sangat populer dan dinanti-nanti kehadirannya oleh masyarakat baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan: kesenian Wayang Kulit kini tampak berjuang keras mempertahankan eksistensinya. Lambat laun jumlah penggemarnya pun mulai berkurang, tak sebanyak dulu lagi. Memang ada banyak faktor penyebab berkurangnya animo masyarakat terhadap seni Wayang Kulit ini, salah satunya adalah munculnya dunia hiburan produk asing yang telah menjarah seluruh pelosok wilayah di Indonesia ini.

Tak hanya di kota-kota metropolitan bahkan di dusun-dusun terpencil pun sudah bisa kita rasakan pengaruh Power Rangers, Pokemon, Terminator, Rambo, Superman, Batman dan sebagainya, menggantikan kehadiran tokoh-tokoh pewayangan seperti Puntadewa, Werkudoro, Janaka, Sri Raja Kresna, Sang Panakawan-Semar, Gareng, Petruk dan Bagong, dan seterusnya. Anak-anak kita kini tampaknya lebih familiar dengan nama-nama super-hero asing itu daripada nama-nama tokoh pewayangan atau cerita rakyat negeri sendiri.

Anak-anak kita itu (juga sebagian dari kita) kelihatannya merasa lebih sreg, modern dan bonafide bila bisa mengikuti perkembangan dunia super-hero produk asing itu. Mereka pun tampaknya bangga sekali kalau memiliki nama dan atribut yang digunakan oleh super-hero asing itu. Sebaliknya mereka akan berkerut tak mengerti atau malah mungkin menolak mentah-mentah ketika diperkenalkan dan diajak rembugan atau nonton sajian Seni Wayang Kulit yang notabene produk negeri sendiri dengan segala keindahannya itu.

Sungguh amat disayangkan bila anak-anak kita, generasi penerus seni-budaya dan tradisi kita sudah mulai tidak mengenal dan tak-peduli lagi pada seni-budaya dan tradisi luhur (pen: tradisi yang luhur saja, lho!) nenek moyang yang tercipta, tumbuh dan berkembang melalui sebuah proses panjang dan tak mudah itu. Sepertinya sinyalemen adanya sikap-sikap ketidak-pedulian dan ketidak-mauan anak-anak kita untuk mengenal, menggali, dan mempelajari seni-budaya dan tradisi luhur itu bukanlah sesuatu sikap yang mengada-ada atau ketakutan yang tak beralasan.

Di saat yang seperti ini, sungguh tidak perlu lagi kita sibuk mencari kambing hitam (lha kambing hitamnya sudah tidak hitam lagi sich...) atau ribut menuding sana-sini, percuma hanya akan membuang energi dan waktu serta malah mungkin akan menambah masalah semakin ruwet saja!

Di saat yang seperti ini usaha dan karya nyata para pecinta dan aktivis (baca: seniman/seniwati) seni-budaya dan tradisi luhur yang mengakar di Bumi Pertiwi sungguhlah amat kita butuhkan. Bukan hanya untuk tujuan 'ngleluri' (melestarikan) tapi sekaligus 'menggethok-tularkan' (mengajar-sampaikan, menyebar-luaskan, membimbing) anak-anak kita yang sudah sedemikian 'kepincut' dan 'kedanan' dengan tokoh-tokoh super-hero produk asing yang tampil silih-berganti di layar TV setiap hari di tengah ruang keluarga kita.

Akan lebih menggila lagi pengaruh super-hero asing itu bila ada fasilitas unit komputer beserta aneka variasi video games dan permainan animasi di rumah, sehingga tak pelak lagi semakin bertubi-tubi pula pengaruh kuat super-hero asing yang seringkali diwarnai dengan adegan brutal, ceceran darah, dan bisingnya suara tembakan itu kepada anak-anak kita itu.

Lalu apakah kita harus menolak dan membuang semua yang berbau teknologi mutakhir dan produk asing? Tentu saja tidak demikian. Hasil karya manusia yang berupa kreasi teknologi mutakhir (baik itu kreasi domestik ataupun asing) ini malah sepatutnyalah kita syukuri dan nikmati. Kita pergunakan dengan sebuah kesadaran penuh bahwa itu semua hanyalah untuk kebaikan dan kesejahteraan kita semua, terutama anak-anak--generasi penerus kita di masa mendatang. Bila penggunaan kreasi teknologi mutakhir itu sudah mulai melenceng dari kesadaran diri itu, maka saatnya ada upaya tegas untuk menyetopnya. Sebab bila tidak kerusakan dan kehancuran saja yang akan menemani kita semua.

Saya pribadi sungguh mendapatkan sebuah kehormatan karena tak hanya mengenal bahkan bisa bersahabat dengan pecinta dan aktifis (baca: seniman/seniwati) seni-budaya dan tradisi luhur negeri kita itu, yang dengan sedemikian giat dan tak kenal lelah menggali, mempelajari, 'meleluri' (melestarikan) dan 'menggethok-tularkan' (mengajar-sampaikan, menyebar-luaskan, membimbing) bakat, talenta dan kemampuan mereka kepada anak-anak negeri atau bahkan orang-orang asing yang mengagumi keindahan seni-budaya dan tradisi luhur milik kita itu.

Sudah sepatutnyalah nama-nama seniman-seniwati itu saya prasastikan disini sebagai rasa penghargaan saya sebagai wakil dari masyarakat awam-pecinta dan pemerhati seni-budaya dan tradisi luhur negeri kita.

Beberapa nama sahabat seniman-seniwati yang mungkin telah Anda sekalian ketahui itu diantaranya saat ini tinggal di mancanegara (AS) untuk lebih memperkenalkan seni-budaya dan tradisi luhur (yang luhur saja, lho) negeri kita kepada masyarakat dunia. Nama-nama seniman-seniwati yang sudah tidak asing lagi di blantika seni-budaya Bali diantaranya: Pak Nyoman Catra dan Bu Desak Laksmi juga putra-putra beliau, Diajeng Cynthia Laksawana, 'Mbak' Lynn Kremers, pak Nyoman Saptanyana, Pak Made Lasmawan, untuk seni-budaya Jawa: Pak Sumarsam dan Bu Maini telah memberikan andil yang luar biasa bagi pengenalan dan perkembangan seni-budaya kita tak hanya kepada masyarakat Indonesia juga audience asing di luar negeri.

Tak lupa saya juga angkat topi--salut buat adik-adik dan teman-teman yang mau belajar dari para seniman-seniwati diatas dan ikut serta dalam upaya memperkembangkan seni-budaya kita di luar negeri khususnya di Negara bagian Massachusetts ini. Daftar nama mereka ini semoga nantinya akan disusul oleh nama-nama teman-teman lainnya: Denok Istarto, Laila, Aleksandra, dan Mbak Ketty, juga nama Ketua Permias Boston yang baru: Cecillia yang saat ini getol sekali menyusun sebuah acara istimewa dalam usaha memperkenalkan seni-budaya Indonesia kepada publik di Massachusetts ini.

Semoga anak-anak kita nantinya mau menengok, menggali, dan mempelajari kembali warisan seni-budaya dan tradisi luhur (pen: yang luhur saja, lho!) nenek moyang kita, baik itu yang berupa seni Tari, seni pagelaran Wayang Kulit, seni sastra, dan sebagainya. Sehingga nantinya gejolak sikap dan praktik brutal, tawuran, balang-balangan yang menggerogoti mental dan pola pikir anak-anak kita itu bisa terkikis bersih, digantikan oleh sebuah budaya seni edi peni yang halus dan luhur yang mampu mengasah budi pekerti dan mempertajam rasa kemanusiaan serta mengembalikan kemanusiaan anak-anak kita (juga kita) demi kebaikan dan kesejahteraan kita semua. [jwu]

WAKTU BUKANLAH SAHABAT KITA

Oleh: Yulianus Patandianan

So teach us to number our days, that we may apply our hearts unto wisdom …
King David

”Hari berganti tahun berlalu” itu sepenggal syair lagu yang dibawakan oleh sebuah group yang kebetulan albumnya saya garap. Pertama kali mendengarnya, sepintas lalu biasa saja, tapi setelah berkali-kali dalam proses latihan dan rekaman akhirnya ada satu makna yang saya peroleh dari ungkapan tersebut, yakni waktu.

Muncul pertanyaan: ”Ada apa dengan waktu?” waktu adalah suatu dimensi yang sangat dekat dengan kita, karena setiap langkah hidup kita ada di dalamnya. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dalam sehari semalam ada 24 jam itu tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi.

Dasar itulah menjadi inspirasi bagi saya untuk menulis artikel ini dengan judul ”Waktu Bukanlah Sahabat Kita”. Saat membaca tulisan pasti banyak yang berkomentar bahwa itu adalah judul yang sangat keliru dan untuk apa tulisan ini dikirimkan kepada web site Pembelajar.com yang nota benenya berisikan motivasi-motivasi untuk membangun bangsa.

Saya tertarik untuk menuliskan artikel ini sebagai sharing bagi para pembaca bahwa sesungguh sadar atau tidak kita tidak memahami dengan benar siapa waktu itu sebenarnya. Di awal saya menjelaskan bahwa waktu adalah dimensi yang sangat dekat dengan kita lalu kok saya malah memberi judul artikel ini ”Waktu Bukanlah Sahabat Kita”. Ketika pertama saya sampai dalam forum pembinaan generasi muda, saya menuai pertanyaan yang sangat memojokkan sekaligus memeras otak untuk memberi penjelasan akhirnya mereka menerimanya dengan baik.

Pokok pemikiran yang menjadi analisa saya adalah apapun yang kita lakukan menghabiskan waktu. Saat kita duduk-duduk saja waktu berlalu, saat kita belajar waktu berlalu, saat membaca tulisan saya yang sedikit ngawur ini waktu anda berlalu dan lain-lain sebagainya, sehingga kesimpulan saya adalah waktu itu tidak pernah mau konpromi dengan kita dengan kata lain waktu tidak pernah mau menjadi sahabat kita. Kalau sudah demikian kita mesti bagaimana? Jawabannya kita harus melakukan hal di bawah ini:

Yang pertama adalah sadarilah bahwa waktu itu bukan sahabat kita jadi janganlah bermain-main dengan waktu. Karena tak seorang pun yang bisa menghentikan waktu berlalu. Yang kedua, sebagaimana hal yang telah banyak disarankan oleh para mentor kita baik di Pembelajar.com maupun di tempat-tempat yang lain yakni Usahakanlah melakukan hal-hal yang bermanfaat seiring dengan berlalunya waktu, agar semakin hari kita semakin memberi manfaat bagi pribadi kita, keluarga, masyarakat dan bangsa kita. Selanjutnya bagi kita yang sudah banyak belajar di pembelajar.com ini marilah kita menggunakan setiap waktu dengan belajar makna hidup di dunia yang riil ini. Saya secara pribadi sangat bersyukur dengan menemukan situs pembelajar.com ini. Karena sejak berkunjung dan belajar banyak hal yang telah saya dapat. Salah satunya adalah keberanian untuk kembali meningkat kualitas hidup saya melalui tulisan sekalipun mungkin belum membawa dampak yang signifikan untuk kita semua, saya percaya bahwa seiring dengan bergulirnya waktu yang telah saya manfaatkan untuk belajar segala hal di Universitas Kehidupan ini akan meningkat kualitas hidup saya di masa sekarang dan akan datang. Selamat belajar dan jangan buang-buang waktu lagi.[yp]

* Yulianus Patandianan lahir di Tana Toraja, 21 Juli 1972. Menikah dengan 2 anak dan tinggal di Jl. Modang N-92 Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur. Berprofesi sebagai Programmer Database & Calon Entrepreneur. Hobby Photography, Design Grafis, Menulis, dan Berkhobah. Dapat dihubungi di email: ypatandianan@trakindo.co.id; dan lian_01@telkom.net. Website: http://liansco.blogspot.com

HUJAN

Oleh: Muhammad Alidin

Hakikat hujan adalah sama. Kalau Anda berencana untuk jogging di minggu pagi, namun sesaat sebelum Anda keluar rumah menuju lapangan tiba-tiba hujan turun dengan lebatnya, apakah Anda menjadi marah-marah karena gagal berolahraga ?

Kalau Anda marah dan menyalahkan hujan, benarkah hujan itu yang salah atau reaksi Anda lah yang salah. Bagaimana sekiranya kalau Anda di minggu pagi itu hanya berencana untuk bermalas-malasan dan tidur-tiduran di ranjang, dan hujan juga turun dengan lebatnya, apakah Anda juga akan marah, atau malah Anda senang karena udara menjadi adem dan cocok dengan rencana Anda untuk bermalas-malasan di tempat tidur.

Ya, hakikat hujan tetaplah sama. Hujan yang mebuat Anda marah karena gagal berolah raga di minggu pagi, adalah hujan yang sama yang membuat Anda semakin asyik bermalas-malasan di tempat tidur di minggu pagi. Hujan atau realitas tidak pernah bermasalah. Hujan ya hujan, panas ya panas, siang ya siang, malam ya malam. Kalau semua itu menjadi masalah buat Anda, membuat Anda marah-marah, sesungguhnya diri Andalah yang bermasalah. Karena ketika Anda marah-marah terhadap hujan, panas, siang, atau malam, Ada banyak manusia lain yang sesungguhnya malah bergembira dengan datangnya hujan, panas, siang atau pun malam.

Realitas, sesungguhnya netral dan tidak mengandung masalah apa-apa. Reaksi dan penafsiran yang kita berikan kepada realitas-lah, yang menimbulkan masalah. Banyak manusia yang hidup dalam konsep yang ada di dalam kepalanya, ketimbang hidup bersama realitas yang ada. Ketika ia merasa bahwa realitas tidak sama dengan konsep dan keinginannya, maka kecewa dan marah-lah dirinya. Padahal, realitas tidak mungkin bisa kita ubah. Bumi memang sudah seperti ini, matahari memang seperti itu, bulan memang seperti itu, laut memang seperti itu, gunung memang seperti itu, terlepas Anda suka atau tidak suka terhadap mereka. Kalau Anda suka, mereka juga akan tetap seperti itu, kalau Anda tidak suka mereka pun akan tetatp seperti itu. Perbedaannya, kalau Anda tidak suka, maka hidup Anda akan menderita.

Demikian juga terhadap manusia lain. Anda mungkin begitu membenci seseorang sehingga membuat hidup Anda menjadi menderita jika mengingat apalagi melihatnya. Padahal bagi orang lain, orang yang Anda benci setengah mati itu malah orang yang begitu mereka sayang dan cintai. Jadi, apakah Anda yang salah atau orang itu yang salah. Orang itu tetap seperti orang itu, itulah realitas, kebencian Anda lah yang menimbulkan penderitaan dalam hidup Anda.

Hakikat hujan adalah sama. Hujan yang sama itulah yang menumbuhkan bunga mawar di taman-taman, hujan yang sama juga menumbuhkan kaktus berduri di gurun-gurun.

Salam,
* Muhammad Alidin bekerja di sebuah perusahaan tambang di Balikpapan, Kalimantan Timur. Menggemari buku-buku yang berkaitan dengan bidang pengembangan diri. Menulis beberapa artikel lepas yang dimuat di harian lokal. Mulai 2008, menuangkan tulisan di blog pribadi www.muhammad-alidin.blogspot.com. Ia dapat dihubungi di email: Muh.Alidin@yahoo.com

toko-delta.blogspot.com

Archives

Postingan Populer

linkwithin

Related Posts with Thumbnails

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.