toko-delta.blogspot.com

menu

instanx

Selasa, 11 November 2008

Timbangan Tanpa Keseimbangan

Oleh: Handy Pramudianto Apakah arti “Timbangan” bagi anda? Hanya sekedar alat bantu beli gula, daging, beras, dan cabai merah keriting? Atau hanya penting bagi para wanita untuk tetap waspada terhadap serangan kegemukan? Sadarkah anda bahwa timbangan itu merupakan Tujuan Hidup setiap mahluk yang bernafas ataupun bagi benda mati sekalipun, terutama manusia yang berakal? Mengapa saya berkata demikian? Konsep adanya timbangan didasari pada proses aksi reaksi, di mana adanya tekanan di satu sisi akan menciptakan reaksi terhadap sisi lainnya, yang menjadi indikator penunjuk satuan berat sedemikian rupa, sehingga antara sisi yang satu dengan sisi yang lain saling menyeimbangkan, dan akhirnya terjadi suatu keadaan yang saling impas atau seimbang. Baik, saya mungkin bukan seorang yang ahli dalam bidang...

ABS BUKAN AMANAH

Oleh: Ardian Syam Pasti banyak yang sudah tahu istilah Asal Boss Senang. Laporan yang hanya menyajikan keunggulan kinerja yang direkayasa untuk menjadi laporan yang baik, dapat dikategorikan ABS. Menyampaikan informasi yang direkayasa sehingga terlihat hanya yang dapat memuaskan atasan, dapat dikategorikan ABS. Memilih untuk mengikuti keinginan atasan walaupun berdampak buruk ke perusahaan, juga dapat dikategorikan ABS. Menyembunyikan hal-hal buruk untuk tidak dilaporkan ke atasan, juga berkategori ABS. Jadi yang sedang kita bahas di sini adalah ABS yang berkonotasi negatif. Beberapa teman pernah ‘memplesetkan’ istilah ABS dengan maksud melaporkan setiap keberhasilan. Yang saya maksud dalam tulisan ini hanya ABS yang melaporkan laporan palsu sehingga bagi atasan seolah-olah tidak ada masalah...

Destiny

Oleh: Agung Prabowo, ObTpH Everything that irritates us about others can lead us to an understanding of ourselves.[Carl Jung]Kerja! Kata yang begitu mempesonanya sehingga berpengaruh dalam urat nadi kehidupan kita. Ada sebagian diantara anda dan juga saya, rela menghabiskan waktunya di sekolahan sekedar sebagai penantian. Bisa penantian yang diisi sambil belajar, bergembira, berfoya-foya atau bisa juga merenung bahkan meratapi. Pastinya, penantian itu menghantar ke jurusan pintu gerbang yang disebut “kerja”. Mungkin sebagian dari anda pun ada yang sudah tak sabar menanti di bangku sekolah. Sehingga memutuskan untuk sekolah sembari bekerja. Juga tak sedikit yang langsung memutuskan untuk bekerja tanpa repot-repot menanti di sekolah. Disisi lain, tak sedikit pula orang tua yang sibuk mengusung...

Menjadi Penulis Bisakah Diandalkan? -

Oleh: M. Iqbal Dawami Ajaib! Saya bisa menyelesaikan bacaan dalam waktu kurang dari tiga jam, yaitu sebuah buku yang berjudul Agar Menulis-Mengarang Bisa Gampang karya Andrias Harefa yang bertebal 105 termasuk daftar isi dan biografinya. Saya semangat membacanya karena dua hal: pertama, buku itu aku pinjam dari perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, jadi waktu dan pinjaman tersebut membuatku terpacu ingin cepat meyelesaikannya. Kedua, buku tersebut tentang menulis. Pasti saya akan semangat membacanya, karena itu akan membantu saya dalam menempuh impian. Impianku adalah ingin menjadi seorag penulis profesional. Saya berharap bisa mendapatkan uang dari menulis dan dijadikan sebagai karir. Selain itu karena penulisnya sangat terkenal di belantika tulis-menulis dan juga beliau seorang pakar motivasi....

(2) Psikologi Duit: Konsisten Pangkal Kaya

Oleh: Rab A. Broto Perubahan dari khawatir kondisi akan lebih buruk bila melakukan hal lain ke pola pikir ‘apa yang mungkin’ jelas memberi konsekuensi berbeda. Berpikir tentang ‘apa yang mungkin’ memperluas wawasan sadar dan bawah sadar tentang keberlimpahan. Kasus nyata bisa diamati adalah pada sejumlah anggota komunitas manusia perahu Vietnam yang berimigrasi ke AS. Banyak warga Amerika mengkhawatirkan dampak negatif yang bisa terjadi pada kesejahteraan dan layanan publik lainnya saat mereka masuk. Tapi menariknya banyak imigran Vietnam yang masuk ke dunia bisnis dengan inisiatif sendiri sering akhirnya menuai kesuksesan besar. Jawaban jelas kenapa mereka sukses adalah bahwa para manusia perahu itu telah melampaui ambang batas ketertindasan. Dari awalnya berada di negeri yang bila berkata...

INI BARU TRENDY

Oleh: Ardian Syam Sampai tahun lalu Indonesia mulai menjadi negara yang tidak menarik untuk didiami. Bayangkan saja sejak tahun 1970-an akhir selalu saja berita di koran tentang korupsi, kemudian berlanjut dengan berita bahwa tindakan korupsi tersebut tidak terbukti. Bayangkan, 20 tahun lebih urut-urutan berita yang terjadi selalu begitu. Cerita yang sama dengan tertuduh yang berbeda. Pernah anda bayangkan, anda sedang menonton film, berulang-ulang dengan aktor dan aktris yang berbeda tetapi dengan cerita yang tetap sama. Bahkan urut-urutan adegan yang terjadi dalam film tersebut sama. Setiap menonton suatu adegan, anda sudah bisa menebak adegan apa yang kemudian akan muncul. Mungkin hanya satu hal lain yang berubah, Benar-benar membosankan! Lebih membosankan lagi adalah bahwa kasus korupsi...

Dinosaurus, di Mana Dikau Berada?

Oleh: Hari Subagya “Every human has four endowments - self awareness, conscience, independent will and creative imagination. These give us the ultimate human freedom... The power to choose, to respond, to change.” -- Stephen R. Covey Sahabat sukses, kalau anda saya tanya di mana dinosaurus sekarang berada, apa jawaban anda? Anda akan menjawab "Sudah punah." Kalau saya tanya di mana macan india, macan jawa, atau jenis-jenis binatang kuat dan perkasa lainnya, saya yakin jawaban anda adalah "Sudah Punah, atau hampir punah" sehingga anda jarang melihatnya kecuali di TV atau di kebun binatang. Apa pelajaran yang dapat kita ambil dari hal ini. Ternyata besar dan kuat tidak menjamin kita menjadi bisa bertahan. Dinosaurus adalah jenis binatang yang sangat kuat. Tidak ada makluk di muka bumi ini yang...

Kekerasan Atas Nama Cinta

Oleh: M. Iqbal Dawami Akibat dari adanya tragedi Perang Dunia II, penduduk Jepang sering kali merasa bersalah pada setiap makhluk hidup, baik pada sesama manusia maupun hewan serta tumbuh-tumbuhan. Anggapan mereka bahwa terjadinya perang tersebut adalah karena dimulai dari bangsa mereka yang kemudian merambat ke semua negara. Dalam hidupnya mereka mudah sekali meminta maaf, dan merasa bersalah yang berlebihan jika mereka melakukan kesalahan, baik sengaja maupun tidak. Maka tak aneh jika bagi penduduk Jepang budaya bunuh diri sudah mendarah daging, karena berangkat dari perasaan bersalah tadi. Perasaan bersalah tersebut telah diwariskan pada anak-cucu mereka, dari generasi ke generasi. Mereka diajarkan untuk saling menghormati dan menghargai dengan --salah satunya-- membungkukkan punggungnya...

Saham Impian

Oleh: Handy Pramudianto Apakah anda tahu bahwa kekuatan manusia tidak terbatas? Petuah mengatakan “Gantungkanlah cita-cita/impian anda setinggi langit”. “Impian” merupakan kekuatan yang tidak ada batasnya karena kita bisa bebas untuk bermimpi apa saja. Dahulu manusia bermimpi untuk memiliki kuda dari besi yang kuat, tidak sakit, dan lebih cepat, sekarang telah berseliweran motor-motor dan kendaraan yang jauh lebih nyaman dibandingkan kuda. Dahulu orang bermimpi dapat berbicara langsung dengan seseorang yang sangat jauh tempatnya tanpa harus ke tempat orang itu, terwujudlah alat telekomunikasi yang saat ini sudah sedemikian canggihnya bahkan dapat berkomunikasi tatap muka. Dahulu manusia bermimpi bisa terbang, sekarang terbang bukanlah sebuah hal yang aneh, bahkan untuk perjalanan ke bulan....

BERANI TUKAR

Oleh: Ardian Syam Ini memang diinspirasi juga oleh acara di televisi yang dipandu oleh Adi Bing Slamet dengan judul yang mirip. Acara yang begitu berani menukar barang-barang lama yang kita miliki dengan barang baru yang sejenis. Dari televisi terlihat barang baru yang ditukarkan kira-kira memiliki kualitas yang setara dengan barang lama yang dimiliki. Memang ada resiko dalam pertukaran tersebut, karena kita baru mendapatkan barang baru yang ditawarkan bila bisa menjawab dengan benar pertanyaan yang diajukan Adi. Bila tidak terjawab maka barang lama kita akan diambil tetapi kita tidak mendapatkan barang baru yang dijanjikan, tetapi pertanyaan yang diajukan tidak terlalu berat sejauh kita memang sering membaca koran atau menonton berita di televisi. Belum lagi, barang lama kita akan dilelang....

Diam! Dengar-Dengar. Lihat-Lihat. Bicara

Oleh: Hari Subagya Diam! Tanpa sadar, banyak diantara kita sangat pandai berbicara, namun bukan dalam konteks kerja dan berkarya. Sering anda berbicara, berteori, berfalsafah dan menghabiskan waktu dan tenaga hanya untuk menganalisa masalah dengan mem-perbincangkan saja. Atau lebih parah, anda hanya berbicara soal-soal yang sangat tidak bermanfaat. Gosip, infotainment murahan, ngrumpi, membicarakan tetangga, rekan kerja, atasan dan banyak lagi hal-hal negatif yang akan menghabiskan waktu anda dan memasukan “sampah” dalam pikiran anda. Diam tidak bicara, adalah pilihan yang bijak untuk anda. Dalam suatu kekacauan, diam bisa menjadi kontribusi untuk semua penyelesaian masalah. Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan...

Anak-anak yang Bingung

Oleh: Ariesandi Setyono Pada suatu hari di rumah tetangga, Anton sedang bermain dengan adiknya dan tiba-tiba saja si adik menangis dengan keras karena mainannya direbut. Anton tidak mau mengalah dan malahan mengejek adiknya. Ibunya melihat hal itu terjadi dan dengan serta merta berteriak dengan suara nyaring nan merdu, “Ayooo..., teruskan... ya ganggu adikmu terus. Nanti Mama hukum kamu kalau terus ganggu adikmu. Kan adikmu masih kecil kamu yang lebih tua ngalah dong?“ Anton terdiam kebingungan, dalam hatinya ia berkata, “Lho, tadi katanya disuruh terus, lha kok kalau saya teruskan malah dihukum dan kapan adik akan lebih tua daripada kakak, ya?” Anton mempunyai pikiran seperti itu karena telah sering mendengar ucapan ibunya yang seperti tadi. Setiap kali ia dan adiknya berebut mainan selalu...

Saya Bangga jadi Orang Indonesia (01): Tetangga Kami yang Baik

-Oleh Ebenezer Siadari Di kampung halaman kami dahulu, di sebuah desa bernama Sarimatondang di Sumatera Utara, ada tradisi yang saya sangat sukai. Kami anak-anak menyebutnya kebiasaan kirim-mengirim. Kalau tiba Tahun Baru, di kampung kami yang mayoritas penduduknya beragama Kristen itu biasanya kami mengirimkan kue-kue buatan orang tua kami (kembang loyang, dodol, kue bakar, kacang tojin, wajik Bandung dst) kepada tetangga-tetangga muslim. Mereka sebenarnya tak bisa kami sebut tetangga karena mereka tinggal agak jauh, berseberangan kampung. Tetapi pekerjaan 'mengirim' itu kami lakoni dengan senang hati. Yang kami kirimi kue-kue itu biasanya adalah kawan-kawan muslim yang mempunyai pertalian sosial dengan kami. Apakah karena mereka adalah langganan tempat kami belanja sayur-mayur atau pecal,...

KONSEP MANAJEMEN

Oleh: Ardian Syam Ada begitu banyak konsep manajemen yang pernah dipergunakan hingga saat ini. Ada Total Quality Management, Value Based Concept, Kaizen, Just in Time, Balanced Scorecard, Six Sigma, Management by Objective, Competency Based Human Resources Management, dan banyak lagi yang lain. Tetapi seperti yang dikatakan oleh Charles Darwin the survival of the fittest maka semua konsep manajemen tersebut satu persatu hilang bersama waktu yang berlalu. Beberapa masih bisa terpakai tetapi beberapa sudah tidak bergaung lagi. Beberapa orang dengan sinis mengatakan bahwa semua konsep manajemen tersebut lebih banyak mudarat dibanding manfaat bagi perusahaan. Tetapi di sisi lain, konsep manajemen memberikan banyak sekali manfaat bagi konsultan manajemen. Pernahkah Anda bertemu dengan konsultan...

POPULIS TAPI TIDAK POPULER

Oleh Ardian Syam Bukan hal yang baru bila belakangan ini kita sering mendengar bahwa beberapa kasus korupsi mulai dibuka. Bukan pula hal yang baru, bahkan sudah sejak tahun 1998, sejak 7 tahun lalu banyak Lembaga Swadaya Masyarakat atau Non Governmental Organization berteriak-teriak soal korupsi, soal pendidikan dan soal perbaikan moral. Suatu pagi (8/6/05) ada berita di televisi bahwa beberapa selebritis mulai membuka sekolah. Beberapa membuka sekolah sesuai dengan profesi masing-masing seperti Dewi Hughes, Purwa Tjaraka, Oki Asokawati. Tetapi beberapa membuka sekolah biasa, dan bahkan Susan Bachtiar mengajar bahasa inggris di sebuah SD Swasta. Kusuma Andrianto menulis artikel Pendidikan Awal ‘Economics of Corruption’ di Pembelajar.Com (yang juga pernah dimuat di Kompas Minggu 13 April 2005),...

Pages 381234 »

toko-delta.blogspot.com

Archives

Postingan Populer

linkwithin

Related Posts with Thumbnails

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.